Developer Aplikasi Smart Phone, Cantik, Muda dan Berbakat

oktarianiSeorang wanita, muda, pintar dan berbakat asal Bandung, berhasil mendapat beasiswa dari produsen smart phone terkenal yang produknya sudah dipakai jutaan konsumen yang tersebar di seluruh dunia.

Oktariani Nurul Pratiwi, mojang berusia 25 tahun, seorang mahasiswi S3 bidang Teknologi Informasi bersama dengan mahasiswa ITB lainnya mendapat beasiswa riset Mobile Computing dari Research In Motion (RIM).

Yang menjadi salah satu tugas utama Nurul adalah menciptakan aplikasi untuk platform BlackBerry. alam tim pembuat aplikasi, Nurul adalah satu-satunya wanita. Nurul berkonsentrasi di bidang Smart Learning. Ada tiga bidang lain, yaitu Smart Transportation, Smart Health, dan Smart Home.

Ada beberapa tahap seleksi yang harus dilalui Nurul sebelum ia berhasil mendapatkan beasiswa. Diantaranya adalah mengirimkan proposal penelitian, lalu dipanggil untuk mempresentasikan isi proposal penelitian tersebut. Setelah beberapa minggu menunggu ternyata Nurul dinyatakan lolos dan lanjut ke tahap selanjutnya, yaitu interview dengan pihak RIM.

“Bersyukur semua tahap bisa berhasil lolos dan saya diterima sebagai mahasiswi di program doktor STEI ITB,” kata Nurul.

Bidang Smart Learning tempat Nurul berkecimpung memiliki fokus di pendidikan. Aplikasinya pun dirancang sesuai dengan kebutuhan itu. Program ini bertujuan menciptakan sebuah platform yang bisa membantu masyarakat dalam memanfaatkan teknologi di kehidupan sehari-hari.

Setiap anggota dalam tim Nurul diharapkan bisa menghasilkan paling tidak satu buah aplikasi tiap tahunnya. Saat ini Nurul dan tim sedang mengembangkan aplikasi BlackBerry untuk pendidikan yang berkaitan dengan smart society.

Saat ini, Nurul dan tim riset edukasi yang terdiri dari mahasiswa S2 dan S1, di bawah bimbingan Prof. Suhono dan tim dosen lainnya, sedang merancang aplikasi Smart Learning yang diharapkan dapat meningkatkan motivasi siswa dan membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan. Aplikasi itu akan menjadi perangkat sebagai penunjang dan bentuk implementasi dari riset akademisi kami.

Aplikasi yang dikembangkan Nurul bersama para rekan mahasiswa ITB lainnya berkaitan dengan interaksi antara guru dan murid. Misalnya untuk memudahkan sharing materi pendidikan.

Nurul menambahkan sejauh ini aplikasi yang dikembangkannya masih on progress perancangan.

“Fyi, aplikasi yang kami buat ini bukanlah aplikasi kecil, namun sebuah sistem yang terdiri dari beberapa modul aplikasi yang saling berhubungan. Tentang kapan target selesai secara keseluruhan, nanti ketika sudah release, kami akan kabari,” kata Nurul.

Institut Teknologi Bandung (ITB) telah menandatangani nota kesepakatan dengan RIM pada Maret 2012, untuk membuat BlackBerry Innovation Center yang berfokus pada pengembangan aplikasi mobile.

Beasiswa yang diberikan meliputi biaya pendidikan di ITB dan uang insentif riset selama masa studi mereka di BlackBerry Innovation Center ITB. Khusus mahasiswa pascasarjana, juga diberikan fasilitas laptop dan perangkat smartphone BlackBerry.

Penerima beasiswa juga menerima pelatihan pengembangan aplikasi BlackBerry. Riset yang dilakukan sendiri berfokus pada aplikasi yang memberi manfaat sosial, seperti sistem pelayanan kesehatan, smart transit/transportation, smart mobile learning, smart logistics, dan lain-lain, dalam kerangka smart city atau smart society. Selain itu, para mahasiswa juga kemudian diberikan bekal kewirausahaan, untuk membangun kemampuan wirausaha dan menciptakan bisnis-bisnis baru yang inovatif.

“Saya tak ingin hanya sekolah tinggi, tapi juga memikirkan bagaimana caranya agar hasil riset saya ini bisa berguna bagi orang banyak,” ujar Nurul.

Kedepannya, Nurul menginginkan agar hasil karyanya bisa bermanfaat untuk kaum wanita yang memiliki kebutuhan tersendiri. Karena selama ini kebutuhan wanita jarang menjadi perhatian para pengembang aplikasi yang notabene didominasi oleh kaum lelaki.

“Misalnya dengan cara membuat aplikasi untuk ibu sehingga bisa mengamati perkembangan anaknya, mengatur jadwal vaksinasi meski di tengah kesibukan,” kata Nurul. (humasristek/ristek.go.id)