Berkumpul di Muhammadiyah, Pimpinan Ormas Islam Mengutuk Keras Militer Mesir

ormas2732Jakarta– Pimpinan Ormas dan Lembaga Islam menyampaikan kecaman dan kutukan keras terjadinya pembantaian secara brutal terhadap rakyat oleh rezim militer Mesir. “Kami mendesak kekerasan segera dihentikan, hukum dan demokrasi kembali ditegakkan secara jujur dan adil,” kata Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr M Din Syamsuddin, dalam jumpa pers di Gedung Dakwah Muhammadiyah Jl Menteng Raya No 62 Jakarta, Senin (29/7) siang.

 

Pimpinan ormas dan lembaga Islam, seperti Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Parmusi, dan Perti, juga mendesak agar mengangkat kembali Muhammad Mursi sebagai Presiden Mesir yang terpilih secara sah dan demokratis, demi tegaknya hukum dan demokrasi  secara jujur dan adil. “Kami juga menyerukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa, OKI, Liga Arab, dan lembaga Internasional lainnya untuk mendukung restorasi di Mesir, mengambil peran serius menghentikan kebrutalan rezim teroris militer Mesir,” ucap Din.

Pimpinan ormas dan lembaga Islam juga mengingatkan negara adi kuasa, Amerika Serikat tidak bersikap mendua dalam melihat persoalan Mesir,  jangan melanjutkan intervensi di Mesir yang dapat mempengaruhi perkembangan dunia Arab dan Islam.  

Pemerintah Indonesia juga diminta memainkan peran aktifnya, tidak sekadar menyampaikan kata keprihatinan. “Pemerintah Indonesia perlu mengambil prakarsa aktif,” kata Din.

Sekjen Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) Imam Suhardjo menambahkan, pemerintah Indonesia perlu menyadari bahwa Indonesia punya hutang sejarah kepada Mesir karena Mesir adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia. “Pegiat hak asasi manusia tolong bersuara. Satu dua orang non-Muslim tewas bersuara keras tapi sekarang ratusan orang Mesir dibantai secara brutal, tunjukkan juga suaranya,” kata Imam Suhardjo. (uy/muhammadiyah.or.id)