Gabah Bisa Menghasilkan Baterai Yang Lebih Baik

1183Selama ini gabah hanya dianggap limbah pertanian sawah, dan umumnya hanya dimanfaatkan sebagai zat tambahan untuk pemupukan. Tetapi para peneliti di Korea justru menganggap gabah sebagai alternatif terbaik untuk membuat baterai.

Berbagai perangkat mobil bergerak, seperti smartphone, laptop, dan bahkan kendaraan listrik masih mengandalkan pada baterai lithium-ion. Baterai ini memiliki kerapatan energi yang tinggi dibanding jenis baterai lainnya.

Sayangnya, baterai lithium-ion masih menggunakan elektroda yang terbuat dari grafit. Para ilmuwan justru mendapati bahwa silikon sanggup bertahan pada charge-discharge 10 kali lebih banyak dibanding grafit.

Tetapi ternyata, elektroda silikon justru mengalami penurunan struktur material yang lebih cepat dibanding elektroda grafit.

Kenyataan ini membawa tim yang dipimpin Jang Wook Choi dari Korea Advanced Institute of Science and Technology di Daejeon, Korea Selatan, melakukan risetnya pada gabah, yang memang kaya silika.

Untuk menjadi sebuah elektroda, silika yang terdapat pada gabah harus diubah menjadi silikon murni dan menggunakannya sebagai elektroda. Hasilnya, tidak ada penurunan kapasitas setelah 200 kali siklus charge-discharge, dibandingkan silikon sintetis yang pada kapasitas pengisian awalnya lebih tinggi, tetapi segera mengalami penurunan setelah 10 – 15 kali siklus.

Meski menunjukkan hasil yang lebih baik, tapi proses mengubah silika gabah menjadi silikon adalah proses yang membutuhkan energi besar, karena proses tersebut dilakukan pada temperatur tinggi.

Namun tim tersebut yakin bahwa silika alami tersebut akan menjadi alternatif terbaik, bersamaan dengan teknologi pemrosesan yang akan berkembang dengan sendirinya secara alami. (planethijau.com/ humasristek)