Praksis Islam Nirkekerasan Dalam Gerakan Dakwah ‘Aisyiyah

20130715 16225521Yogyakarta – Dua hari sejak dibuka hari Ahad lalu (14-15/7) Pengajian Ramadhan PP ‘Aisyiyah yang mengangkat tema Praksis Islam Nirkekerasan dalam Gerakan Dakwah ‘Aisyiyah ini ditutup senin kemarin (15/7). ”Dari hasil diskusi dalam pengajian ini kita jadikan Semangat inovasi agar dapat berperan luas di masyarakat atas kerja – kerja Aisyiyah, Aisyiyah harus optimis dan semakin mantap ber-‘Aisyiyah,” ujar Elfi Sofia dari MPK PP ‘Aisyiyah

Sementara itu Direktur Stikes Aisyiyah Warsiti, S.Kp., M.Kep., Sp. Mat. Mengatakan bahwa “kami mengajak kepada kepada kami sendiri untuk terus mengkaji masalah kekerasan terhadah praksis islam nirkekerasan, berharap ibu-ibu ‘Aisyiyah di wilayah bisa menjadi motor penggerak dalam praksis islam nirkekerasan dalam gerakan dakwah ‘Aisyiyah,” ungkapnya

Ketua PP Aisyiyah, Ibu Dra Siti Aisah, menambahkan “sebenarnya ini ekspresi dari Ihsan berkemajuan, dari tema yang diangkat Muhammadiyah ihsan yang berkemajuan. Semoga bisa menjadi tradisi di Aisyiyah, PP ‘Aisyiyah mengawali di minggu pertama, kemudian kalau bisa dilanjutkan oleh Aisyiyah di Wilayah minggu selanjutnya dan Aisyiyah di Daerah minggu selanjutnya. Banyak paham-paham islam muncul namun belum sejalan dengan Islam berkemajuan, maka dari itu Muhammadiyah dan Aisyiyah bisa mengawal dan memeloporinya terus,” tutupnya.

Siti Asia menutup pengajian Ramadhan PP ‘Aisyaiyah kali ini dengan membacakan surat An Nisa 95 yang artinya “Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai ‘uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka, Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang agung. (Yaitu) beberapa derajat dari padaNya, ampunan serta rahmat. dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (dzar/muhammadiyah.or.id)