(0761) 35008 umri@umri.ac.id

Sepatu Olah Raga Dari Limbah Botol

Sepatu Olah Raga Dari Limbah Botol

Sepatu-unyKurangnya pemanfaatan botol plastik bekas menggugah sekelompok mahasiswa FT UNY untuk memanfaatkan botol bekas sebagai bahan campuran pembuat alas sepatu olahraga.

Bahan baku plastik bekas yang berasal dari polystyrene ini memiliki sifat ringan, keras, tahan panas, tidak mudah patah, dan kedap air, sehingga sangat sesuai bila dimanfaatkan menjadi bahan dasar untuk membuat alas sepatu. Selain itu, juga menambah keawetan bagi sepatu yang diproduksi. 
 
Dengan gagasan tersebut, Kiki Ardinal, Achmad Riva’i Ardiantoro, Mochammad Murtadlo Najib, dan Sukmo Purwo Diharjo membentuk kelompok program kreativitas mahasiswa bidang kewirausahaan (PKM-K) yang bernama sepatu olahraga ‘BONI ASIK atau Botol Plastik Kreasi Unik’. 
 
“Botol plastik dalam pembuatan sepatu ini digunakan sebagai bahan tambah di bagian alas sepatu, sedangkan untuk bagian lainnya, kami kreasikan dengan kulit dan vinyl,” ujar Kiki Ardinal, ketua kelompok, yang sering disapa Ardi. “Variasi dengan bahan kulit digunakan untuk menambah nilai jual pada sepatu ini,”  lanjutnya. 
 
“Pemilihan botol plastik selain memiliki kelebihan dalam keawetan, juga untuk mendukung program go green yang sedang digalakkan karena botol plastik kebanyakan hanya dibakar, dan justru akan menambah polusi udara,”  ujar Ardi saat ditanyai mengenai alasan pemilihan botol plastik sebagai bahan baku pembuatan sepatu Boni Asik. 
 
Sepatu yang dibrandol dengan harga Rp 150.000 per pasang (untuk bahan kulit) dan Rp 90.000 per pasang (untuk bahan vinyl) ini juga sudah dipasarkan ke beberapa toko sepatu di daerah Kota Yogyakarta. 
 
“Harapan kami ke depan, jika respon konsumen terhadap produk ini bagus, produk ini akan kami patenkan dan diproduksi dalam jumlah yang lebih banyak lagi,” tambah Kiki. 
 
“Dengan penambahan jumlah produksi, akan banyak pula botol plastik yang dimanfaatkan dan mengurangi polusi serta membuka lapangan usaha bagi masyarakat sekitar tempat produksi sepati Boni Asik,” tuntas Ardi. (uny.ac.id/ humasristek)