Mongolia Kembangkan Energi Terbarukan Dengan Ladang Pembangkit Listrik Tenaga Bayu Pertamanya

1175Mongolia, negara yang terkenal dengan perbukitan yang diselimuti hamparan luas padang rumput, kini mulai melirik pengembangan energi terbarukan.

Newcomm, sebuah perusahaan Mongolia telah menyelesaikan sebagian pembangunan turbin angin di perbukitan di wilayah Salkhit, Mongolia. Kurang lebih sebanyak 31 pembangkit listrik tenaga bayu akan dibangun di atas perbukitan tersebut.

Newcomm menggandeng General Electric untuk menyediakan seluruh turbin angin, dengan panjang setiap bilah rotor 36 meter dan menara setinggi 117 meter. Setiap turbin akan memiliki kapasitas daya terpasang sebesar 1,6 MW.

Membangun turbin angin di perbukitan Mongolia bukanlah hal mudah. Selain jalanan yang ada tidak memadai, iklim yang ekstrem juga menjadi tantangan berat. Dibutuhkan waktu 3 bulan untuk setiap turbin mencapai lokasi pemasangan dari tempat pabrikasinya di Cina.

GE mendesain secara khusus turbin angin untuk mampu bertahan di kencangnya tiupan angin perbukitan Salkhit serta dinginnya musim dingin di Mongolia.

Kehadiran ladang turbin angin pertama di Mongolia menjadi pertanda bahwa negara tersebut bertekad untuk meningkatkan kontribusi energi terbarukan sebesar 20% ke dalam produksi listriknya. Saat ini 96% listrik yang dihasilkan masih mengandalkan sepenuhnya pada batu bara.

Jika selesai sesuai rencana, dengan kapasitas terpasang total 50MW, maka ladang turbin angin tersebut akan menyediakan listrik sebesar 168,5 juta kiloWatt jam dalam setahunnya.(planethijau.com/ humasristek)