(0761) 35008 umri@umri.ac.id

Handono Teliti Biji Karet Untuk Produksi Biodiesel

Handono Teliti Biji Karet Untuk Produksi Biodiesel

handonoMinyak bumi yang merupakan sumber energi untuk kebutuhan sehari-hari semakin hari semakin menipis. Cadangan minyak bumi Indonesia diperkirakan hanya tersedia untuk jangka waktu sekitar 15 tahun lagi.

Perkiraan ini bisa lebih parah apabila pola konsumsi masyarakat yang boros dalam penggunaannya. Sementara batu bara dan gas alam belum dimaksimalkan pemanfaatannya terutama untuk konsumsi dalam negeri.

“Namun Indonesia memiliki perkebunan karet terluas di dunia yang bisa menjadi sumber daya energi alternatif (biodiesel),” Demikian pembuka paparan Ir.,M Handono Sasmito M.Eng.Sc dalam ujian disertasinya yang berjudul “Produksi Biodiesel Dari Biji Karet Dengan Gelombang Mikro” di Gedung Fakultas Teknik (FT) Universitas Brawijaya (UB) lantai dua.Disertasi yang dipromotori oleh Prof.Ir.Sudjito,Ph.D., Prof.Dr.Ir.Pratikto, MMT., dan Dr.Ir. Bambang Dwi Argo, MS., berlangsung pada Jumat (28/6) dengan dosen penguji Prof. Dr. Ir. Chandrawati Cahyani, MS., Prof. Dr. Ir. Rudy Soenako, M.Eng.Sc dan Penguji Tamu Prof. Ir. H. Agus Suprapto, M.Eng.,PhD.

Handono melanjutkan sumber energi alternatif ini direncanakan akhir tahun 2012 ditargetkan dapat menggantikan 10% kebutuhan solar nasional dan akan bertambah menjadi 15% pada akhir tahun 2015. Oleh karena itu Handono melakukan penelitian terhadap biji karet untuk mendapatkan komposisi zat kimia yang relatif akomodatif terhadap sifat fisik biodiesel yang mengacu pada standar umum. Selain itu ditinjau pula efek penggunaan gelombang mikro.

Penelitian yang menggunakan metode penelitian eksperimental dengan melakukan pengamatan ini secara langsung untuk mencari data sebab akibat melalui eksperimen sehingga didapatkan data empiris. Obyek penelitian yang diamati adalah pengaruh variasi katalis H2SO4 dan persentase metanol, pengaruh temperatur dan persentase NaOH dan pengaruh temperatur dan presentase KOH pada transesterifikasi minyak biji karet terhadap sifat fisik biodiesel.

Hasil penelitian menemukan bahwa sistem semakin tinggi persentase katalis H2SO4 (1%) dan presentase metanol (30%) pada esterifikasi minyak biji karet maka diperoleh sifat fisik yang lebih baik.

Radiasi gelombang mikro yang dipancarkan oleh magneton pada peringkat transesterfikasi memberikan pengaruh terhadap bahan yaitu meningkatkan suhu pada semua posisi yang diukur.Suhu terhadap bahan tergantung pada besar level daya, lamanya waktu proses dan penambahan katalis yang digunakan.

Handono menyarankan kepada penelitan selanjutnya untuk meneliti proses produksi biodiesel baik skala konvensional maupun menggunakan gelombang mikro. Penggunaan mikrowave perlu dirancang lebih baik dan lebih produktif agar kebocoran radiasi gelombang mikro dapat dihindari dan perangkat transesterifikasi dapat digunakan dan dimanfaatkan untuk skala yang lebih besar dan lebih berkualitas.

Atas keberhasilan Handono menyelesaikan studi Program Doktor Teknik Mesin selama lima tahun Handono dinyatakan lulus dengan predikat Memuaskan. (prasetya.ub.ac.id/ humasristek)