(0761) 35008 umri@umri.ac.id

Rusun Lele, Solusi Tingkatkan Pendapatan Petani Lele

Rusun Lele, Solusi Tingkatkan Pendapatan Petani Lele

rusun-leleRumah susun biasanya digunakan sebagai solusi untuk mengatasi kepadatan penduduk. Tapi, rumah susun besutan para mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ini berbeda. Mereka menciptakan rumah susun bagi lele atau yang disingkat Rusle. Unik bukan?

Adalah Miftahudin Nur Ihsan, Arry Darmawan, Desiana Nur Fajari (dari Prodi Pendidikan Kimia), serta Anang Prasetyo, Rahmat Widadi (dari Prodi Pendidikan Teknik Elektronika) memiliki ide cemerlang untuk melakukan pembiakan lele dengan menggunakan teknik kolam lele bersusun.

Proposal bertajuk “Rusle (Rumah Susun Lele) sebagai Media Pembesaran Lele dengan Sistem Pakan Otomatis Berbasis Atmega8 Yang Berguna untuk Mendukung Technopreneurship di Desa Tamanan, Banguntapan, Bantul, D.I. Yogyakarta” itu bahkan mampu meraih Hibah Bina Desa (PHBD) dari Dikti sebesar Rp50 juta.

Menurut Ihsan, Kecamatan Banguntapan adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Bantul yang berada di dataran rendah dengan sebagian besar penduduk berprofesi sebagai petani. Namun, berkurangnya lahan pertanian membuat sebagian masyarakat kehilangan mata pencaharian.

Sebagai alternatif, masyarakat di daerah tersebut dapat memanfaatkan sektor perikanan, terutama karena lahan itu memiliki saluran air yang memadai. Budidaya ikan lele pun menjadi salah satu prospek tinggi yang memungkinkan untuk dilakoni masyarakat setempat.

Tapi, dalam sistem pembesaran ikan lele, para pengelola pun mengalami kendala, yakni jumlah hasil produksi yang tidak sesuai dengan permintaan konsumen. Adanya teknologi Rusle (Rumah Susun Lele) pun diharapkan mampu menjawab masalah keterbatasan lahan kolam ikan tersebut.

“Sistem pembesaran lele dengan kolam bertingkat adalah sistem pembesaran lele dengan memanfaatkan teknologi elektronika dan ilmu sipil. Disebut kolam bertingkat karena pada sistem ini kolam dibuat bertingkat seperti rumah susun,” ujar Ihsan, seperti dilansir oleh Okezone, Kamis (13/6/2013).

Dia mengungkapkan, bahan kolam berupa fiber berbentuk lingkaran dan memiliki pondasi dari logam antikarat. Kolam bertingkat memiliki kelebihan yaitu akan menambah padat tebar bagi pembesar lele serta memiliki sistem pakan otomatis sehingga akan memudahkan seorang pengguna untuk membesarkan lele mereka.

Cara kerja alat pakan otomatis tersebut berbasis ATMega8 berfungsi sebagai timer yang dapat diatur sebagai pewaktuan otomatis pemberian pakan pada kolam ikan. “Pertama, alat harus diatur “Date” dan “Time” yang berfungsi untuk menunjukkan hari dan tanggal. Sementara time berfungsi untuk mengatur waktu dan delay kerja alat yang diinginkan dan berapa kali alat akan bekerja setiap hari,” paparnya.

Ketika jam sudah menunjukkan sesuai dengan waktu yang diset untuk kerja alat, alat akan mengaktifkan motor pengerak yang akan membuka lubang saluran yang mengalirkan makanan pada kolam ikan. Lubang saluran akan tetap terbuka selama waktu delay yang telah diatur oleh penguna.

“Setelah itu alat akan memberikan sinyal yang menfungsikan motor untuk kembali menutup lubang saluran pakan ikan. Alat tersebut akan berfungsi ulang pada waktu yang sama apabila pengguna tidak mengubah pengaturan waktunya,” imbuh Ihsan. (kampus.okezone.com/ humasristek)