(0761) 35008 umri@umri.ac.id

Mesin Otomatis Sangrai Penggoreng Biji Melinjo

Mesin Otomatis Sangrai Penggoreng Biji Melinjo

sangrai-melinjoSekelompok mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta yang tergabung dalam kelompok Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang teknologi, yakni Widodo (Pendidikan Teknik Mesin), Rizki Edi Juwanto (Pendidikan Teknik Elektronika), dan Osiany Nurlansa (Pendidikan Teknik Informatika) mengembangkan Automatic Mesin Sangrai Penggoreng Biji Melinjo.

Widodo selaku ketua menjelaskan bahwa alat ini mempunyai tiga kelebihan, yakni pengaturan untuk besar kecilnya nyala panas diatur dalam regulator otomatis yang dikendalikan oleh sensor suhu, sistem pengaduk yang otomatis oleh controller, dan pengembangan sistem desain yang lebih baik.

Pengembangan alat ini dilatarbelakangi oleh pengamatan kelompok ini terhadap proses pembuatan emping melinjo, khususnya di daerah Sayegan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta yang sepenuhnya masih konvensional, dan memakan banyak waktu serta tenaga, yaitu dengan memanaskan di atas tungku menggunakan alas batok kelapa dan kapasitas yang masih terbatas. Dengan adanya alat ini, diharapkan proses sangria biji melinjo menjadi lebih efektif dan efisien.

Penerapan alat ini mendapatkan respon yang sangat bagus dari mitra karena mampu meningkatkan penghasilan dan hasil proses sangrai biji melinjo merata dan tidak mengeluarkan asap.

Pengembangan alat ini sendiri didanai oleh PKM tahun 2013 yang bertujuan untuk membantu pengusaha mikro emping melinjo agar proses produksi mereka meningkat. Dr. Wagiran, selaku Ketua Jurusan Pendidikan Teknik Mesin, sangat apresiasif dengan adanya kreativitas mahasiswa dalam hal pengembangan teknologi tepat guna yang membantu masyarakat. Beliau menghimbau pada mahasiswanya untuk mempersiapkan event lomba yang terdekat, baik nasional maupun internasional.

Proses pembuatan Automatic Mesin Sangrai Penggoreng Biji Melinjo ini juga melibatkan Erric Yulistyono selaku adik tingkat di FT UNY. “Ke depan alat kami akan memproduksi alat ini dalam skala besar demi memenuhi kebutuhan home industri serta kami juga berencana untuk mematenkan inovasi kami ini,” ungkapnya.

“Semoga alat ini dapat membantu dalam proses produksi emping melinjo terutama UKM di daerah Sayegan, Sleman, DIY yang masih aktif memproduksi makanan yang telah terkenal dan menjadi salah satu kuliner khas di Indonesia ini,” tutupnya. (uny.ac.id/ humasristek)