Pesawat Tanpa Awak (UAV) Lapan Peroleh Rekor MURI

uavLembaga Penerbangan dan Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) berhasil meraih penganugerahan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Rekor tersebut diperoleh untuk kategori Pesawat Pesawat Tanpa Awak (UAV) Terbang Menempuh Jarak terjauh dengan nomor rekor 5997. Jarak Terbang Terjauh yang berhasil dipecahkan adalah 200 Km, terbang pergi-pulang dari lapangan udara Pameungpeuk, Garut, Jawa Barat, ke Nusawiru, Pangandaran Jawa Barat.

Pesawat tanpa awak tersebut lepas landas pukul 07.30 WIB. Setelah melakukan manuver terbang di sekitar Lapangan Udara Pameungpeuk, pesawat terbang secara autonomous menuju Nusawiru dengan jarak tempuh 100 kilometer. Dua jam kemudian, pesawat UAV Lapan kembali mendarat dengan mulus di lapangan udara Pameungpek, Garut, Jawa Barat. Dengan demikian, total jarak tempuh pulang pergi pesawat ini mencapai 200 kilometer dan merupakan pencatatan awal rekor terjauh yang dilakukan MURI. Selama terbang tersebut, pesawat tersebut melakukan pemotretan dan perekaman gambar.

LSU 02 merupakan pesawat nirawak buatan Lapan. pesawat yang memiliki bentangan sayap sepanjang 2500 milimeter dan panjang badan mencapai 2000 milimeter tersebut mampu terbang secara automatis dengan program sasaran dan jalur terbang yang telah ditentukan. Pesawat bermisi pengamatan ini memiliki muatan maksimum 3 kilogram dengan kecepatan terbang 100 kilometer per jam.

Pesawat UAV Lapan tersebut sebelumnya sudah dioperasikan dengan misi memotret kawah Gunung Merapi dan memantau banjir di DKI Jakarta pada bulan Januari 2013. Selain itu, teknologi ini juga dapat mendukung program ketahanan pangan dengan cara pemantauan sawah untuk estimasi produksi padi dengan menggunakan beberapa metode dan sudut pandang.

Peristiwa pencatatan rekor ini merupakan momentum yang sangat berharga bagi Lapan karena sudah berhasil mencatatkan rekor terbang terjauh untuk pesawat tanpa awak dengan berat total kurang dari 15 kg. Disamping itu, pencatatan rekor tersebut merupakan tonggak bersejarah bagi Lapan yang akan merayakan ulang tahun ke 50 tahun ini.

Prestasi ini juga merupakan langkah awal bagi pengembangan pesawat tanpa awak di masa mendatang yang tentunya untuk menunjang pembangunan nasional. Deputii Manager MURI, Damian Awan Rahargo, dalam sambutannya menyatakan rasa bangga dan haru atas prestasi yang telah dicapai oleh anak-anak bangsa khususnya di bidang teknologi penerbangan tanpa awak.

Penghargaan rekor MURI tersebut diterima oleh Deputi Deputi Bidang Teknologi Dirgantara Lapan, Prof. Dr. Ing. Soewarto Hardienata.

LSU 02, Pesawat Tanpa Awak yang Mampu Terbang secara Autonomous

 

spekUAV

 

Kinerja terbang pesawat tanpa awak yang sering menjadi ukuran yaitu kemampuan jangkauan terbang (long distance), kemampuan lama terbang (long endurance), kemampuan terbang secara automatis (autonomous flying), dan kemampuan take off dan landing. Kemampuan tersebut juga menyangkut aspek inovasi aircraft (desain pesawat terbang), propulsi, avionik, dan aerodinamika 
  
Pesawat LSU 02 merupakan hasil penelitian dan pengembangan Pusat Teknologi Penerbangan Lapan. Pesawat UAV yang telah melakukan berbagai misi ini mampu terbang secara autonomous dengan jangkauan terbang hingga 300 kilometer 
  
Spesifikasi LSU 02

  •         Panjang badan ¬Ī 200 cm
  •         Panjang bentangan sayap (wing span) 250 cm
  •         Engine 10 hp/ 3,5 ltr
  •         Endurance 5 jam
  •         Jarak jangkau maksimum 450 km
  •         Komunikasi telementri  900 MHZ dengan daya 1 watt
  •         Dilengkapi dengan system otomatis (autonomous flying system)
  •         Kapasitas muatan  3 kg 

 
  
Pengalaman Operasi

  •         Nusawiru (1 st flight test)
  •         Rumpin  ( 4 th flight test)
  •         Oktober 2012 uji coba terbang Laut Ambalat Sulawesi Utara
  •         Februari 2013 Test Flight endurance Pameungpeuk
  •         Uji coba terbang di Situbondo, Jawa Timur, pada 2013

(lapan.go.id/ humasristek)

Blog Attachment