(0761) 35008 umri@umri.ac.id

Berkolaborasi, UMS Ciptakan Bor Tanah

Berkolaborasi, UMS Ciptakan Bor Tanah

borKolaborasi program studi (prodi) Teknik Sipil dengan mahasiswa prodi Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil menciptakan alat bor tanah yang bisa menembus kedalaman mencapai 75 meter dari permukaan tanah. 
 
“Alat bor tanah memang saya pencetus idenya. Tetapi proses pembuatannya dibantu oleh teman-teman dari prodi Teknik Sipil dan Teknik Mesin UMS,” ungkap Koordinator Pembuatan Alat Bor Budi Setyawan yang juga Kepala Laboratorium Prodi Teknik Sipil UMS, di Kampus UMS Pabelan, Surakarta, Jawa Tengah. 
 
Alat bor tanah yang diciptakan, menurut Budi, sebetulnya diciptakan untuk keperluan  penunjang praktikum untuk pengebor tanah. Namun dalam proses selanjutnya ternyata bisa berfungsi sebagai pengambil sampel tanah. 
 
Budi mengemukakan bahwa alat bor yang mampu menembus tanah sedalam 75 meter dilengkapi stang pemegang mata bor. Untuk pengoperasiannya, alat ini dilengkapi mesin diesel berkapasita 20 PK dan berbahan bakar solar yang menggerakan gir box sekaligus memutar roda bergerigi. 
 
“Alat ini bisa dikolaborasikan dengan alat penguji Standar Penetration Test (SPT). Sehingga bisa difungsikan untuk mengetahui kemampuan dan kekuatan tanah,” jelasnya. 
 
Selain dikolaborasikan dengan SPT, kata Budi yang juga dosen Teknik Sipil UMS, alat tersebut dikolaborasikan dengan geo listrik untuk membuat sumur dalam. Fungsi geolistrik untuk mendeteksi kedalam tanah. Sehingga bisa diketahui sampai sedalam berapa pengeboran telah dilakukan. 
 
“Salah satu yang membedakan alat bor tanah yang telah ada yaitu mudah untuk dimobilisasi. Karena dilengkapi roda. Sehingga bisa dibawa kemana-mana. Hanya saja, kami belum kepikiran untuk membuat secara massal,” ujarnya.  (kampus.okezone.com/ humasristek)