(0761) 35008 umri@umri.ac.id

Iptek Voice : Uji Coba E-Voting Pertama di Indonesia

Iptek Voice : Uji Coba E-Voting Pertama di Indonesia

29-4-13Sistem pemilihan umum secara elektronik dilakukan dengan memanfaatkan perangkat elektronik dan mengolah informasi digital untuk membuat surat suara, memberikan suara, menghitung perolehan suara serta menayangkan perolehan suara dan yang paling penting dapat memelihara serta menghasilkan jejak audit.  Sehingga  dapat menghasilkan sistem pemungutan suara yang sangat transparan, akuntabel jujur dan dapat diaudit di setiap tahapannya.

Pada pemilu yang menggunakan sistem E-voting, pemilih akan mendapatkan satu surat suara elektronik. Untuk menggunakannya, pemilih harus mengaktifkan terlebiha dahulu sistemnya melalui tiga cara yaitu tombol, barcode dan kartu pintar yang menyatakan bahwa dia hanya bisa satu kali memilih.  Untuk memberikan pilihannya, pemilih hanya perlu menyentuh gambar yang terpampang di layar komputer lalu melakukan konfirmasi.  Setelah mengkonfirmasi akan keluar kertas tanda bukti pemilih/struk audit yang kemudian dimasukkan ke dalam kotak audit. Surat suara yang dihitung adalah yang ada dalam sistem, kertas audit hanyalah sebagai bukti.

“Pemilu secara elektronik ini sudah dilaksanakan di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan di 42 TPS yang tersebar di seluruh wilayah pada 17 April lalu. Masyarakat Bantaeng sendiri merasa bangga karena bisa menerapkan E-voting pertama kali,” ujar Nurbaety, Kepala KPU Kabupaten Bantaeng saat dihubungi via telepon pada siaran Iptek Voice, 29 April 2013. 

Sementara itu, Kepala Program Sistem Pemilu Elektronik BPPT, Andrari Grahitandaru, mengatakan manfaat utama e-voting itu dari sisi kecepatan dan kejujuran. Hasil pemungutan suara bisa langsung diperoleh dan ditayangkan.

“Petugas TPS belum bubar, hasil yang akurat sudah bisa dilihat. Sehingga tidak ada kesempatan untuk memanipulasi atau mengkondisikan yang selama ini sering terjadi. Selain itu, munculnya kesalahan surat suara yang tidak sah bisa diminimalisir. Masalah pengiriman surat suara hasil perhitungan yang membutuhkan waktu dan pengawalan serta masih memungkinkan kecurangan bisa dikurangi. Dari sisi pembiayaan, akan dihasilkan suatu efisiensi seperti efisiensi honor petugas dan keamanan,” jelas Andrari. 

Daerah yang siap saat ini diperbolehkan melaksanakan E-voting dalam pemilihan umum daerahnya. Andrari menambahkan, dari sosialisasi dan simulasi yang dilakukan BPPT ke beberapa daerah diperoleh data bahwa 97% pemilih memang belum mengenali E-Voting namun percaya bahwa sistem tersebut bisa diaplikasikan dengan baik. 

Kedepannya, untuk mengaplikasikan sistem ini dibutuhkan minimal satu orang petugas yang memiliki keahlian IT disetiap TPS. Pada simulasi, sertifikasi perangkat dan petugas juga dilakukan untuk menyatakan kelayakan dan kesiapan. Industri dalam negeri sendiri dinilai mampu memasok perangkat E-voting. 

Sahabat Iptek…simak terus informasi Iptek yang menarik dan berguna lainnya dari narasumber pakar dibidangnya pada siaran radio IPTEK VOICE setiap Senin sampai Jumat pukul 08.30-09.00 WIB di PRO 4, 92.8 FM .IPTEK VOICE “The Sound of Science”. (bhh/aps/humasristek)