(0761) 35008 umri@umri.ac.id

Indonesia dan Australia Sepakat Tingkatkan Kerjasama Iptek

Indonesia dan Australia Sepakat Tingkatkan Kerjasama Iptek

ina-ausIndonesia dan Australia sepakat untuk meningkatkan kerjasama Iptek kedua negara. Langkah tersebut ditandai dengan dimulainya pertemuan bilateral kerjasama Iptek Indonesia-Australia pada tanggal 30 April 2013 di Puspiptek Serpong, setelah pertemuan sebelumnya, Joint Working Group in Science and Innovation, Research and Technology,  dilakukan  pada tahun 2007. Delegasi Indonesia dipimpin oleh Agus R. Hotman, Deputi Bidang Jaringan Iptek Kementerian Riset dan Teknologi, didampingi oleh Nada Marsudi, Asdep Jaringan Iptek Internasional, dengan anggota delegasi dari Ristek, BPPT, BATAN, dan SEAMEO.  Sedang delegasi Australia dipimpin oleh Ms. Anne Baly, Head of International Education & Science Division, Department of Industry Innovation, Climate Change, Science, Research and Tertiary Education (DIICCSRTE)  dengan anggota delegasi dari DIICCSRTE, CSIRO dan Kedutaan Besar Australia di Jakarta. 
 
Pertemuan bilateral tersebut membahas perkembangan kerjasama Iptek kedua negara setelah terbentuknya Joint Working Group in Science and Innovation, Research and Technology tahun 2007. Kedua belah pihak telah melaksanakan sebanyak 3 (tiga) kali joint workshop sebagai wadah untuk  mempertemukan dan mendorong  kerjasama  riset diantara para peneliti kedua negara. Workshop  pertama dilaksanakan tahun 2008 di Jakarta dengan topik Human Health,  workshop kedua di Canberra, Australia  tahun 2010 dengan topik Agriculture and Food, serta yang ketiga  kembali di Canberra tahun 2011 dengan topik  Environment, energy and climate change.   Dari hasil evaluasi  disimpulkan bahwa follow-up dari ketiga workshop tersebut  masih perlu ditindak-lanjuti, agar joint proposal  riset yang  diusulkan para peneliti dari kedua belah pihak dapat di-implementasikan.  
 
Dalam pertemuan juga diakui adanya perkembangan kerjasama yang signifikan antara kedua belah pihak, antara lain kerjasama CSIRO dan  BPPT  dalam bidang sistem inovasi, kerjasama PPIPTEK dan  QUESATCON dalam bidang peningkatan edukasi ilmu pengetahuan melalui pusat-pusat peragaan Iptek, kerjasama BATAN  dan  ANSTO dalam hal  emergency responsiveness and preparedness and radiation detection, serta kerjasama  antara SEAMEO dengan Australian Academy of Science di bidang teknologi pengajaran. 
 
Pertemuan tersebut menyepakati CSIRO Australia akan menindaklajuti kerjasama riset dengan BPPT dan dengan institusi lain dalam bidang Productivity and Services, Energy Transformed, Biotechnology  dan Regional Innovation System. Selain itu, BPPT akan bekerjasama dengan CSIRO, CRC dan Universitas di Australia untuk melakukan riset pengembangan  manufaktur otomotif, teknologi pertambangan  termasuk  teknologi permesinan.  Kemudian, DIICCRTE dan RISTEK juga sepakat untuk meningkatkan kerjasama  Iptek dengan memanfaatkan program-program yang ada dikedua instansi, seperti;  mobility program, capacity building maupun program Insentif SINAS. 
 
Selanjutnya, untuk peningkatan kerjasama Iptek ke depan, kedua belah pihak sepakat untuk segera menyelesaikan proses  pembaharuan  terhadap Persetujuan Kerjasama Iptek antara Indonesia dan Australia  yang telah berakhir tahun 2010 yang lalu.  Kedua belah pihak sepakat untuk  memperbaharui  topik – topik  kerjasama Iptek sesuai dengan  bidang kerjasama riset dan Iptek yang relevan dan dibutuhkan oleh kedua negara saat ini. Draft  baru  Persetujuan Kerjasama Iptek antara Indonesia –Australia saat ini sedang  dalam tahap pembahasan  dan diharapkan persetujuan kerjasama Iptek tersebut dapat ditanda-tangani pada tahun 2013 ini. (rs, ad5-dep5/ humasristek)