GELAR PAHLAWAN UNTUK TIGA TOKOH MUHAMMADIYAH

page476Jakarta – PP Muhammadiyah melaunching buku tentang pemikiran tiga tokoh Muhammadiyah di Balai Kartini Jakarta pada Jum’at (5/4/2013) berjudul “Dari Muhammadiyah untuk Indonesia: Pemikiran dan Kiprah Ki Bagus Hadikusumo, Mr Kasman Singodimedjo dan KH Abdul Kahar Mudzakir”.

Peluncuran buku tersebut sebagai rangkaian kegiatan PP Muhammadiyah sebagai usulan agar ketiga tokoh Muhammadiyah mendapat Gelar Pahlawan Nasional.

Menurut AM Fatwa selaku Ketua Panitia Pengusulan Pemberian Gelar Pahlawan Nasional menyampaikan bahwa jajaran panitia penyusunan buku didukung oleh para pakar, tokoh nasional, pimpinan MPR RI/pimpinan DPR RI dan pimpinan DPD RI serta pimpinan Perguruan Tinggi  bekerja keras agar Ki Bagus Hadikusumo, Kasman Singodimedjo dan KH Abdul Kahar Mudzakir dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional, karena ketiga beliau itu adalah pendiri negara ini, memenuhi syarat sebagai pemimpin kemerdekaan.

“Ketiganya merupakan tokoh perintis kemerdekaan di mana mereka telah merumuskan dan berpartisipasi aktif dalam menyusun Pembukaan dan isi UUD 1945,” kata Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nasir di Jakarta.

Haedar mengatakan, buku tersebut menghimpun pikiran-pikiran jernih dan objektif tidak kurang dari 27 pakar dan tokoh nasional yang disampaikan dalam berbagai seminar. 

Selain itu, buku tersebut juga memuat pidato Ki Bagus Hadikusumo berjudul Islam sebagai Dasar Negara dan Akhlak Pemimpin dalam rapat Badan untuk Menyelidiki Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan. 

Kemudian, Mr Kasman Singodimedjo dalam buku ini diwakili oleh wawancaranya dengan sebuah majalah, pidato penerimaan gelar Doktor Honoris Causa dan saat ceramah Ramadhan di Universitas Indonesia. 

Sementara pikiran dan pandangan KH A. Kahar Mudzakir dalam buku ini diwakili oleh tiga pidato di Majelis Konstituante dan sebuah tulisan tentang dakwah Islam. 

Haedar mengatakan, melalui buku ini, Muhammadiyah juga mendorong pemerintah agar menetapkan ketiga tokoh bersejarah Muhammadiyah yang telah mendapat Bintang Republik Utama dari mantan Presiden Soeharto tersebut sebagai pahlawan nasional. 

Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa yang hadir sebagai pembedah buku mengatakan, dirinya telah lama mengagumi ketiga tokoh tersebut. “Saya sering membaca kiprah mereka dalam buku-buku sejarah. Jasa mereka dan semua pahlawan bangsa lainnya wajib untuk kita hargai dan teladani,” ucapnya.

Hatta menambahkan, dirinya berharap, lewat buku tersebut, para generasi penerus bangsa bisa belajar tentang nilai-nilai kebangsaan dari tokoh itu, seperti keteguhan hati, ketegasan dalam mengambil keputusan, dan sifat kenegarawanannya. “Saat ini negara kita sedang krisis ketokohan (idola). Semoga dengan buku ini, kita semua khususnya generasi muda bisa berkaca pada keteladan ketiga tokoh tersebut, agar kelak bangsa kita bisa menjadi lebih baik,” tuturnya. 

Hadir juga Buya Syafii Maarif, Hamdan Zoelva, Zulkifli Hasan (Menteri Kehutanan), Azwar Abubakar (Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi), Ahmad Farhan Hamid (Wakil Ketua MPR RI), Taufik Abdullah dan beberapa tokoh lainnya serta undangan dari PWM, PDM dan PCM se DKI Jakarta. (Masruri/muhammadiyah.or.id)