Siapkan Tuntunan Fikih Air, Majelis Tarjih Selenggarakan Seminar Fikih Air

DSC 022194Bantul– Penyelenggaraan Seminar Fikir Air dengan tema Air dan Masa Depan Umat Manusia merupakan langkah awal Muhammadiyah melalui Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk menyusun tuntunan Fikih mengenai air dan pemanfaatannya serta pemecahan berbagai problematika air terutama dari sudut budaya manusia penggunaanya.

Demikian disampaikan Syamsul Anwar, ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah dalam sambutannya pada Seminar Fikih Air bersama Majelis Tarjih Tajdid dan Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah di Ruang AR Fakhruddin A, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Bantul, Sabtu (30/03/2013). “Dari seminar ini diharapkan terkumpul bahan – bahan dari para narasumber dan kontribusi pemikiran dari diskusi. Materi itu akan diolah menjadi satu tuntunan fikih air,” jelasnya. Menurut Syamsul Anwar, saat ini dari total air yang ada, hanya 5 persen saja yang tersedia sebagai air minum. “Kini dunia merasakan telah terjadinya kelangkaan ketersediaan air bersih dari waktu ke waktu. Di mana sekitar 40% dari penduduk dunia menderita kelangkaan air bersih,” ungkapnya.

Lebih lanjut menurut Syamsul Anwar, air merupakan hal yang sangat vital dalm kehidupan manusia, bahkan bagi kehidupan seluruh makhluk hidup sebagaimana disebutkan dalam Qur’an “Dan dari air kami (Allah) jadikan segala sesuatu yang hidup,” (QS. 21.30). Oleh karenanya sangat penting dibangun kesadaran bersama tentang permasalahan air yang meliputi pandangan tentang air, pemanfaatannya, konservasi, kelestariannya, pengelolaannya, dan mencukupi ketersediaan air bersih secara adil bagi seluruh masyarakat. “Dari seminar ini kiranya diharapkan dapat digali kaidah – kaidah dan prinsip umum (al-usul al-kuliiyah) dari khazanah fikih mengenai pandangan tentang arti penting air dan norma – norma di sekitar budaya air menyangkut perlakuan terhadap air, pemanfaatannya yang efisien, konservasi kelestariannya dan berbagai aspek yang lain,” pungkasnya. (muhammadiyah.or.id)