Monitoring ANRI dalam rangka penyelamatan Arsip Muhammadiyah

kunjungan-ANRIJakarta – Menindaklanjuti MOU antara PP Muhammadiyah dan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) tentang Penyelenggaraan Kearsipan, Selasa (26/3) ANRI melakukan kunjungan ke PP Muhammadiyah yang diterima oleh Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) beserta pengurus Media Center. Kunjungan Pejabat ANRI yang dipimpin oleh Majuni Susi selaku Kasubdit Akuisisi Arsip Ormas-Orpol/Perorangan tersebut dalam rangka monitoring penyelamatan arsip Muhammadiyah terutama sejarah dan arsip aktifitas Muhammadiyah Wilayah DKI Jakarta selama 3 hari dari tanggal 26 – 28 Maret 2013.  

 “Sebagaimana amanah Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan, keberadaan arsip termasuk arsip keagamaan, menjadi penting dari memori kolektif dan jati diri bangsa, serta bukti perjuangan bangsa bagi generasi sekarang dan mendatang. Oleh karena itu arsip tersebut perlu dilestarikan dan disimpan di Arsip Nasional Republik Indonesia”, kata Susi, panggilan ibu Majuni Susi.

“Organisasi Muhammadiyah tergolong dalam Akuisisi arsip, akuisisi adalah penyelematan arsip-arsip yang mempunyai nilai-nilai sekunder yaitu nilai guna arsip yang bernilai kuno yang berkesudahan dan akhirnya menjadi memori sejarah perjuangan bangsa. Untuk itu ANRI berharap dari pengurus Muhammadiyah yang terkait untuk datang berkunjung ke ANRI”,  lanjutnya.

Dalam membangun umat Islam di wilayah Jakarta Raya bidang tabligh, pendidikan, kesehatan, sosial dan lain-lain, Muhammadiyah telah mewarnai berbagai aspek kehidupan bangsa, serta merupakan bagian tak terpisahkan dari perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Peran tersebut dapat dilihat dari dokumen/arsip yang diciptakannya, sehingga perlunya diarsipkan ke lembaga arsip seperti ANRI.

Acara kunjungan juga dihadiri oleh wakil dari MPI PWM DKI Jakarta Satriawan Tanjung karena terkait dengan sejarah Muhammadiyah DKI Jakarta.

Edi Kuscahyanto Wakil Ketua MPI PP Muhammadiyah menambahkan “Muhammadiyah Jakarta justru punya nilai sejarah karena Muhammadiyah didirikan oleh para tokoh nasional seperti Ir. Djuanda dan Mr. Maria Ulfa dengan mendirikan sekolah-sekolah Muhammadiyah, dan dulu kantor Muhammadiyah ini (Menteng Raya) adalah milik Ir. Djuanda.”

“Secara internal Pimpinan Muhammadiyah akan menyiapkan tim untuk menindaklanjuti kunjungan ANRI dengan mempersiapkan dokumen/arsip yang masih ada untuk kita antar dan sekalian kita berkunjung ke ANRI,” Kata Mustofa N anggota MPI.

Point terbaru dari pertemuan kedua lembaga tersebut adalah akan menyelenggarakan kerjasama kegiatan pembinaan/DIKLAT pengelolaan arsip bagi Pimpinan Muhammadiyah dan Amal Usaha secara nasional. (Masruri/muhammadiyah.or.id)