Kongritkan Perdamaian, Muhammadiyah Fasilitasi Pertemuan Stakeholder Kasus Filipina Selatan

DSC 032076Surakarta- Muhammadiyah memfasilitasi Dialog dan pertemuan stakeholder kasus Filipina Selatan di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Beberapa delegasi dari stakeholder yang ada diantaranya, MILF (The Moro Islamic Liberation Front), MNLF (The  Moro National Liberation Front), Staf khusus Presiden Filipina utuk Hubungan Politik, Henry Dunant Centre, Muhammadiyah, Akademisi, dan beberapa lembaga yang terlibat dalam implementasi perdamaian untuk Bangsamoro di Universitas Muhammadiyah Surakarta,  Jum’at (05/04/2013).

Menurut wakil ketua Lembaga Hubungan Luar Negeri Muhammadiyah yang juga delegasi Muhammadiyah untuk perdamaian Filipina Selatan Sudibyo Markus, Muhammadiyah sengaja memfasilitasi pertemuan yang bertajuk Multistake Holders Dialogue on Bangsamoro, untu lebih mengkongkritkan jalan panjang yang telah ditempuh menuju perdamaian di Filipina Selatan. “Saat ini kami berkonsentrasi untuk membentuk dasar konstitusi wilayah khusus Bangsamoro di Filipina Selatan, hal tersebut merupakan kelanjutan telah ditandatanganinya kesepakatan bersama antara pemerintah Filipina, MNLF, MILF, dan lembaga – lembaga internasional yang turut memfasilitasi terciptanya perdamaian, termasuk Muhammadiyah di dalamnya,” ungkapnya. Sudibyo Markus mengungkapkan, sebelumnya Muhammadiyah telah terlibat secara aktif melakukan perundingan diantara pihak yang bertikai, termasuk mendamaikan dan menyamakan presepsi antara MILF dan MNLF.

Peran Kongkrit

Pertemuan yang juga dihadiri ketua umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin, dan juga duta besar Indonesia untuk Filipina Yohanes Kristiarto Soeryo Legowo menurut Sudibyo Markus, Muhammadiyah akan terus berperan aktif dalam melakukan pendampingan sampai tahap terbentuknya pemerintahan sementara wilayah otonomi khusus Bangsamoro. “Secara khusus dalam pertemuan ini juga akan dibahas mengenai peran Muhammadiyah melalui majelis-majelisnya untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik dari Bangsamoro, nantinya majelis seperti pendidikan dan kesehatan akan memberikan sumbangsihnya pada bidangnya masing – masing,” ungkapnya. Sebelumnya sebagai wujud peran kongkrit Muhammadiyah, Universitas Muhammadiyah Surakarta melalui rektornya Bambang Setiaji mengatakan telah memberikan beasiswa bagi 5 orang mahasiswa pascasarjana asal Bangsamoro, dan akan memulai perkuliahan mulai September 2013. Sebelumnya melalui keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, akan memberikan beasiswa bagi 30 orang mahasiswa asal Bangsamoro yang akan ditempatkan di Universitas Muhammadiyah yang tersebar di Indonesia. (muhammadiyah.or.id)