(0761) 35008 umri@umri.ac.id

Blue Sunblock Antarkan Intan Pertiwi Sianipar Raih First Runner Up di Youth Essay Writing Competition 2013

Blue Sunblock Antarkan Intan Pertiwi Sianipar Raih First Runner Up di Youth Essay Writing Competition 2013

logounpadIntan Pertiwi Sianipar, mahasiswa program studi Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Fakultas Ekonomi  dan Bisnis (FEB) Unpad, berhasil menjadi the first runner up pada ajang Youth Essay Writing Competition 2013 The 3rd Coral Triangle Regional Business Forum. Intan pun mempresentasikan hasil tulisannya pada konferensi yang digelar Senin (25/03) di Grand Hyatt Nusa Dua Hotel, Bali. 
 
“Rasanya sangat senang sekali. Gak nyangka akan dapat email undangan untuk mengikuti konferensi di Bali,” ujar Intan saat dihubungi via email beberapa hari lalu. Intan sendiri mengangkat tentang konsep bisnis sunblock alami dalam tulisannya. Sunblock tersebut merupakan jawaban Intan mengenai konsep ekonomi biru yang digagas dalam ajang tersebut. 
 
Menurut Intan, penggunaan sunblock oleh para wisatawan saat berada di daerah pantai ternyata dapat menyebabkan keputihan pada terumbu karang dan lambat laun akan menghancurkannya. Lebih mengkhawatirkan lagi, tidak banyak orang yang tahu tentang efek sunblock tersebut, sebab produk tersebut menjadi kebutuhan utama bagi para wistawan saat menikmati indahnya pantai maupun dasar laut. 
 
“Oleh karena itu, sunblock yang ada haruslah yang pro lingkungan dan terumbu karang, sehingga sunblock yang saya gagas bernama blue sunblock, dimana sekaligus memperkenalkan juga konsep ekonomi biru kepada masyarakat,” ujar Intan. 
 
Blue sunblock sendiri dibuat dari bahan-bahan alami, seperti minyak biji wijen, cocoa butter, minyak kelapa, air suling, zinc oxide, vitamin E, serta rosemary tingtur. Dibuat dari bahan-bahan tersebut, blue sunblock diyakini akan ramah pada lingkungan perairan seperti: laut dan terumbu karang. Blue sunblock tersebut juga dipastikan ramah terhadap kulit si pengguna. “Blue sunblock ini punya manfaat ganda,” tambahnya. 
 
Intan sendiri fokus pada produk blue sunblock adalah untuk menjawab pertanyaan yang menjadi inti dari ajang tersebut, yakni “what can businesses do to help create a blue economy for the coral triangle region?“. Bisa dipastikan, blue sunblock sendiri merupakan produk dari ekonomi biru, dimana bisnis yang dilakukan tidak hanya untuk mencari untung, namun juga ikut andil dalam melestarikan lingkungan. 
 
“Sunblock sendiri memiliki pasar yang besar namun efeknya dapat merusak lingkungan. Di sinilah saya mantap untuk menulis tentang blue sunblock,” jelas Intan. 
 
Ajang tersebut merupakan lomba menulis esai yang diselenggarakan oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI bekerja sama dengan World Wildlife Fund (WWF), Coral Triangle Center (CTC), serta Coral Triangle Initiative (CTI). Lomba tersebut diikuti oleh 6 negara, yakni Indonesia, Malaysia, Filipina, Papua Nugini, Timor Leste, dan Republik Kepulauan Solomon. 
 
Intan berharap, lomba tersebut dapat membuka ide bagi para mahasiswa ekonomi dan pelaku bisnis untuk ikut serta menjaga kelestarian lingkungan dengan mengembangkan konsep bisnis yang ramah lingkungan. 
 
“Semoga dengan adanya kegiatan ini, masyarakat dan terutama penggerak perekonomian di kawasan biru mengenal konsep ekonomi biru sesungguhnya, yaitu melakukan bisnis maupun kegiatan ekonomi yang sekaligus menyelamatkan dan melestarikan lingkungan biru,” harapnya. (unpad.ac.id/ humasristek)