Mahasiswa UNY Kembangkan Sirup Antioksidan Yang Aman Bagi Penderita Diabetes Melitus

WEB-FETIKFMIPA UNY berhasil membuat sirup yang aman bagi penderita diabetes melitus. Tim terdiri dari Fetik rahayu dan Amri Handayani dari  Prodi Pendidikan IPA, dan Windu Nuryanti  dari  Prodi Pendidikan Fisika

melakukan penelitian dengan judul “Si Bedu” Produk Olahan Bengkoang (Pachyrrhizus Erosus) dan Madu Sebagai Sirup Antioksidan Guna Menetralisir Dampak Negatif Radikal Bebas Yang Aman Dikonsumsi Penderita Diabetes Melitus. 
 
Fetik mengatakan, keunggulan dari sirup antioksidan bengkoang dan madu ini adalah sangat potensial menjaga kesehatan tubuh dengan olahan dan bahan alami serta tanpa pengawet. Kami memilih bahan-bahan dan olahan secara alami karena mengetahui bahwa banyaknya suplemen-suplemen yang ditawarkan dan dipasarkan untuk menjaga kesehatan justru mengandung efek samping. 
 
Dijelaskan, dari kadar energi pada bengkoang yang cukup rendah (55 kkal/100 g) pun sirup ini baik dikonsumsi oleh pelaksana diet rendah kalori serta pada madu terdapat kandungan unsur antioksidan yang menjadikan asimilasi gula lebih mudah di dalam darah sehingga kadar gula tersebut tidak terlihat tinggi dan aman dikonsumsi untuk penderita diabetes melitus. 
 
Di dalam umbi bengkoang terdapat kandungan gula, pati, dan oligosakarida yang dikenal dengan nama inulin. Inulin tidak dapat segera diasup oleh tubuh sebagai sumber gula, tetapi perlu proses pemecahan lebih lanjut oleh enzim inulinase. Sifat inulin ini sangat berguna untuk aplikasi produk bagi penderita diabetes melitus maupun yang sedang berdiet rendah kalori. 
 
Umbi bengkuang  mempunyai sifat kimiawi dan efek farmakologis adalah yaitu manis, dingin, sejuk, dan berkhasiat mendinginkan. Kandungan kimianya adalah pachyrhizon, rotenon, vitamin B1, dan vitamin C. Selain itu, bengkuang juga mengandung mineral tinggi. Mineral yang terkandung dalam bengkuang yang paling dominan adalah fosfor, zat besi, serta kalsium. Banyaknya kandungan yang terdapat dalam umbi bengkoang ini dapat dijadikan sebagi alternatif untuk menjaga kesehatan tubuh. 
 
Ditambahkan, untuk menambah khasiat dan penambah rasa manis pada sirup ini maka kami menambahkan madu yang juga terbukti mengandung zat antibiotik yang aktif melawan serangan berbagai kuman patogen penyebab penyakit serta kaya akan antioksidan. 
 
Sedangkan proses pembuatan sirup yaitu mengambil sari umbi bengkoang dengan cara mengupas kulit umbi bengkoang terlebih dahulu. Lalu dipotong kecil-kecil dan diblender sampai halus lalu disaring. Hasil saringan itu akan menghasilkan sari buah umbi bengkoang. Langkah selanjutnya merebus sari buah sampai mendidih. 
 
Setelah agak dingin lalu masukkan madu. Aduk sampai bahan tercampur rata, sirup siap dimasukkan ke dalam botol yang sudah disterilkan. Simpan dalam kulkas karena tidak memakai bahan pengawet. Menguji kandungan zat gizi, antioksidan serta kandungan glukosa yang terdapat pada sirup antioksidan bengkoang dan madu. 
 
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, menunjukkan bahwa jumlah kandungan glukosa dalam sirup adalah rendah (30,9306 per 100 ml) sehingga aman dikonsumsi oleh penderita diabetes. Jumlah antioksidan dalam bengkoang adalah 16,9892% atau 16,9892 per 100 ml. (fmipa.uny.ac.id/ humasristek)