Males Sarapan, Coba Serubi Aja

serubiSebagian orang sering mengabaikan sarapan karena kesibukan dan malas. Alasan selera makan hilang dan tidak punya cukup waktu perlu dijawab dengan makanan cepat saji yang bergizi dan mudah dibuatnya. 
 
Tantangan inilah yang dijawab oleh empat mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Melalui program kreativitas mahasiswa kewirausahaan (PKMK), Nopi Yudi Pranomo, Suhufa Alfarisa, Tri Nugroho, dan Dewi Ana Rizky membuat Serubi, minuman seduh berenergi tinggi dari ubi jalar. Unik ya? 
 
Empat sekawan ini memanfaatkan ubi jalar yang gampang dijumpai di seluruh Nusantara. Umbi-umbian bernama latin Ipomoea batatas Poir ini memiliki keunggulan dan kandungan gizi berupa karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan tubuh. 
 
Nopi menyebut, kandungan karbohidrat dalam 100 gram ubi jalar merah dapat mencapai 27,9 g. Keunggulan ubi jalar ini pun disulap menjadi minuman sachet cepat saji yang sehat, mengenyangkan, dan harganya terjangkau. 
 
“Serubi dipasarkan melalui warung-warung dan toko-toko untuk menjangkau masyarakat luas. Serubi juga dipasarkan melalui kerjasama dengan koperasi mahasiswa di UNY yang dapat dijadikan tempat mahasiswa berlatih berwirausaha,” ujar Nopi, seperti dikutip dari laman UNY, Jumat (15/3/2013). 
 
Satu bungkus Serubi dibanderol Rp1.000 tiap bungkusnya. Menurut Suhufa, untuk membuat Serubi, pertama-tama ubi jalar diolah menjadi tepung. Kemudian, tepung ini disangrai hingga matang, lalu dicampur dengan susu dan gula sehingga siap dihidangkan. Perbandingan tepung ubi jalar, gula, dan susu adalah 2:2:1. 
 
“Setelah dicampur, kemudian dikemas dengan berat 30 gram tiap bungkus. Berat ini sudah disesuaikan dengan penyajian untuk 150 ml air hangat,” Imbuh Suhufa. 
 
Selain karbohidrat, ubi jalar, terutama ubi jalar merah, mengandung banyak sekali mineral yang dibutuhkan oleh tubuh seperti protein, lemak, mineral, kalsium, vitamin A, dan vitamin C. Enggak heran, Serubi kaya gizi. Kepraktisannya  pun membuat kita enggak punya alasan lagi untuk enggak sarapan. (kampus.okezone.com/ humasristek)