(0761) 35008 umri@umri.ac.id

Mahasiswa UNY Buat “DOBINA” Donat Tepung Biji Nangka

Mahasiswa UNY Buat “DOBINA” Donat Tepung Biji Nangka

tim-dobinaBuah nangka, selama ini yang banyak dimanfaatkan masyarakat hanya dagingnya saja, tapi biji buah nangka baru dimanfaatkan masyarakat desa dengan merebus maupun disangrai dan belum dimanfaatkan secara optimal sebagai komoditi yang memiliki nilai lebih padahal biji nangka mengandung karbohidrat cukup tinggi yaitu dalam 100 g biji nangka mengandung karbohidrat sebesar 36,7 g. 


 
Berdasarkan fakta tersebut, maka mahasiswa Jurusan Pendidikan Kimia FMIPA UNY yaitu Gibson SH. Marbun, Senja Dewi U, Pambudi Tedjo YR, Ragil Nurjannah R, melakukan penelitian berjudul  Komparasi Uji Karbohidrat, Lemak, Protein Dan Amilum Antara “Dobina” Donat Tepung Biji Nangka Dan Donat Dari Tepung Terigu. 
 
Pembuatan donat merupakan salah satu cara mengolah makanan supaya dapat bervariasi dan memenuhi cita rasa. Tetapi meski banyak variasi, yang paling terpenting dari pembuatan roti donat adalah bahan bakunya yaitu tepung. 
 
Dikatakan Senja Dewi, biji nangka merupakan sumber karbohidrat, protein, dan energi sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan yang potensial. Biji nangka juga merupakan sumber mineral yang baik. Kandungan glukosa biji nangka setelah difermentasi pada varietas bubur sebesar 58% lebih tinggi dibandingkan dengan varietas salak sebesar 39,68%. 
 
Kandungan karbohidrat biji nangka, memang lebih rendah dibanding beras. Kandungan karbohidrat 100 gr beras sebesar 78,9 gr. Jika dibandingkan, maka 2 kg nangka sebanding dengan 1 kg beras, meski begitu biji nangka dapat di manfaatkan sebagai alternatif bahan pangan yang cukup bergizi karena masih adanya kandungan zat lain yang lebih tinggi di banding makanan penghasil karbohidarat lainnya seperti zat besi dan vitamin B1. 
 
“Jika dibandingkan dengan berbagai jenis tanaman yang umum dipakai sebagai penghasil karbohidrat maka biji nangka tersebut termasuk memiliki kadar bahan kimia yang relatif potensial,” lanjut Dewi. 
 
Dijelaskan, kandungan karbohidrat biji nangka tertinggi kedua di banding beras giling namun kandungan zat besi dan vitamin B1 pada biji nangka merupakan yang tertinggi dibanding makanan sumber karbohidrat lainnya. Tepung biji nangka mengandung nilai gizi yang tinggi dibandingkan dengan nilai gizi tepung  terigu. 
 
Pembuatan tepung biji nangka, yaitu mencuci biji nangka lalu merebusnya hingga matang untuk membuang getahnya. Biji yang sudah masak, didinginkan, lalu dipotong tipis-tipis. Lalu biji yang sudah dipotong dikeringkan di bawah sinar matahari. Kemudian menggiling biji nangka yang sudah kering dan jadilah tepung biji nangka. Untuk mendapatkan tepung yang halus, maka tepung diayak terlebih dahulu agar terpisah dari serat-serat yang masih kasar. 
 
“Dari hasil komparasi, bisa disimpulkan bahwa ternyata tepung biji nangka mengandung karbohidrat, lemak, protein dan amilum. Selain itu, terlihat bahwa tepung biji nangka mendekati hasil yang lebih baik dibandingkan tepung terigu,” tambah Dewi. (fmipa.uny.ac.id/ humasristek)