(0761) 35008 umri@umri.ac.id

Mahasiswa FKG Universitas Jember Teliti Buah Lerak Sebagai Dentin Conditioner

Mahasiswa FKG Universitas Jember Teliti Buah Lerak Sebagai Dentin Conditioner

depa-fkg-unejMasyarakat Indonesia sudah lama mengetahui jika buah lerak (Sapidus rarak) atau dalam Bahasa Jawa disebut klerek sebagai bahan pembersih pakaian, terutama kain batik. Tapi mungkin tidak banyak yang tahu jika buah lerak ternyata juga bisa digunakan sebagai bahan pembuat dentin conditioner yang biasa digunakan pada kalangan dokter gigi. Temuan buah lerak sebagai bahan pembuat dentin conditioner ini digagas oleh tiga serangkai mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Jember Rosida Indri Yatmi, Nur Lely Yaumil Qodriyati dan Putri Kharisma Dewi. 
 
“Selama ini setelah dokter gigi mengebor gigi pasien, biasanya serpihan giginya kemudian akan dibersihkan dengan dentin conditioner yang terbuat dari bahan kimia dan bersifat asam,” ujar Rosida sang penemu ide buah lerak sebagai dentin conditioner. Rosida kemudian mengajak dua yuniornya, Nur Lely dan Putri Kharisma untuk mengeksplorasi buah lerak sebagai bahan pembuatan dentin conditioner. 
 
Menurut Nur Lely, dentin conditioner yang dibuatnya dari buah lerak bersama dua rekannya memiliki keunggulan yakni lebih aman karena berasal dari bahan alami, tidak beracun dan relatif murah. Penggunaan dentin conditioner dari bahan kimia yang bersifat asam jika digunakan dalam jumlah berlebih bisa mengakibatkan iritasi pada gigi. Saat penelitian, dari 147 gram daging lerak yang dilarutkan dengan 360 mili liter aquades kemudian diekstrasikan menghasilkan 240 mili liter bahan dentin conditioner. “Jika dirupiahkan hanya seharga 250 ribu rupiah saja. Jumlah itu bisa digunakan untuk seribu gigi lebih. Sementara dentin conditioner yang selama beredar di pasaran harganya seratus ribuan namun untuk jumlah gigi yang lebih sedikit,” kata Nur Lely. 
 
Pengujian pada gigi sapi saat penelitian juga menunjukkan jika dentin conditioner dari buah lerak ternyata sama efektifnya dengan dentin conditioner dari bahan kimia asam poliakrilat 10% pada saat digunakan untuk membersihkan serpihan gigi setelah dibor. “Semoga saja nanti ada perusahaan pembuat dentin conditioner yang mengembangkan hasil penelitian kami sehingga layak diproduksi secara massal,” tambah Putri Kharisma. 
 
Hasil penelitian tiga mahasiswi berjilbab anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Penalaran Dentin FKG Universitas Jember ini kemudian diikutsertakan dalam ajang “Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional DEPA’S Infection 2013” yang digelar oleh FKG Universitas Gadjah Mada. Judul karya tulis ilmiah mereka adalah Efektivitas Ekstrak Daging Buah Lerak (Sapidus rarak) 0,01% Sebagai Dentin Conditioner Dalam Membersihkan Smear Layer. Dalam lomba yang diadakan tanggal 8 Februari lalu ini, ketiganya berhasil menyabet juara kedua.  Juara pertama diraih oleh tuan rumah, tim FKG Universitas Gadjah Mada, sementara juara ketiga dibawa pulang oleh tim FKG Universitas Maha Saraswati Denpasar Bali. (unej.ac.id/ humasristek)