Perubahan Iklim Terbukti Memunahkan Makhluk Laut

1645325620X310PLYMOUTH, KOMPAS.com — Pemanasan global yang sangat parah dan terjadi dalam waktu lama terbukti berakibat pada perubahan komposisi ekosistem laut yang tidak mungkin diperbaiki. 

Kondisi tersebut pernah terjadi pada periode jurasik, sekitar 180 juta tahun lalu. Hal itu  terungkap dalam hasil penelitian yang dilakukan Richard Twitchett dari School of Geography, Earth, and Environmental Science Plymouth University, bersama koleganya.

Twitchett dan rekannya, dengan menggunakan pendekatan ilmu geologi dan paleontologi, berhasil menemukan korelasi antara kondisi lingkungan yang terjadi saat itu dan komunitas binatang laut yang ada.

Kondisi yang diteliti oleh tim adalah pada periode jurasik ketika pada masa itu Bumi baru saja berhasil memulihkan kembali kondisinya dari pemanasan global yang terjadi sebelumnya. Kondisi belum pulih seperti sedia kala. Suhu Bumi masih tinggi dan kadar oksigen masih rendah. 

Metode yang digunakan adalah mengaji batuan dasar dari waktu yang berbeda dan fosil binatang laut yang terkandung di dalamnya. 

Data ekologis yang diperoleh lalu dihubungkan dengan data sekunder tentang kondisi lingkungan. Parameternya antara lain perubahan suhu, kedalaman laut, dan konsentrasi oksigen. 

Berdasarkan hasil analisis, peneliti menemukan bahwa perubahan iklim mengakibatkan kepunahan pada beberapa spesies. Komposisi ekosistem laut juga mengalami perubahan drastis. 

“Hasil penelitian kami mengenai kondisi ekosistem di masa lampau menunjukkan bahwa seandainya pemanasan global mencapai kondisi yang cukup parah dan berlangsung lama, maka kondisi itu mampu menyebabkan kepunahan kehidupan laut yang tidak bisa diperbaiki dan mengubah komposisi ekosistem laut itu sendiri,” ungkap Twitchett.

Selain itu, peneliti juga menemukan “dead zone“, yakni kondisi ketika tidak ada kehidupan. Hal itu ditunjukkan dengan tidak adanya fosil yang ditemukan pada batuan yang mewakili fase itu. 

Perubahan drastis terjadi setelah fase “dead zone“, ketika ditemukan bukti adanya kembali kehidupan, tetapi dengan komposisi spesies yang baru dan berbeda dari sebelumnya. 

“Hasil menunjukkan bahwa dari detail yang diperoleh, fosil pada komunitas jurasik berubah sangat dramatis sebagai respons atas terjadinya kenaikan muka air laut dan temperatur, serta penurunan kadar oksigen,” kata Twitchett seperti dikutip Science Daily, Selasa (19/2/2013).

“Pola perubahan lingkungan yang dialami hewan-hewan pada periode jurasik mencerminkan kondisi yang terjadi saat ini. Ketika komunitas laut saat ini menghadapi penurunan kadar oksigen, tahapan ekologis yang terjadi di masa lampau bisa jadi terulang pada masa modern; meskipun mungkin terjadi perbedaan pada spesies dan skala penelitian,” ujar Twitchett.

 
Sumber :