Mahasiswa Elektro kembangkan Pembuka dan Penutup Bak Sampah Otomatis

sampahBarangkali sudah jadi pemandangan biasa ketika orang-orang membuang sampah tidak pada tempatnya. Saat ditanya, berbagai alasanpun mereka kemukakan, salah satunya yang paling sering digunakan untuk berkilah adalah malas, karena apabila ingin membuang sampah  pada bak sampah  harus terlebih dahulu membuka tutup tempat sampah, dan menurut mereka tutup tempat  sampah sangat kotor dan bau. 
 
Berdasarkan permasalahan ini, Febri Megantara, mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta (FT UNY) menciptakan inovasi untuk memudahkan sesorang apabila ingin membuang sampah tanpa perlu menyentuh tutup tempat sampahnya. Inovasi di bawah bimbingan dosen FT UNY, Herlambang Sigit Pramono, M.Cs, ini dinamai Pembuka dan Penutup Bak  Sampah Otomatis. 
 
Menurut Febri, pembuka dan penutup bak sampah otomatis ini, berbasis mikrokontroler ATMega 8 yang terdiri dari  tiga elemen penting yaitu input, proses, output. “Sensor  jarak  ultrasonik  sebagai input, bagian proses menggunakan mikrokontroler ATMega 8 sedangkan motor servo sebagai outputnya”, tuturnya.  
 
“Tiga elemen tersebut tidak terlepas dari Catu daya menggunakan  tegangan DC dari  konverter dan tegangan AC dari PLN”, tambahnya. 
 
Febri menjelaskan cara kerja Pembuka dan penutup bak sampah otomatis ini berdasarkan inputan dari sensor  jarak ultrasonik. “Apabila sensor jarak ultrasonik menangkap  suatu aktivitas di dekat bak sampah dalam hal ini tangan seseorang dengan jarak lebih dari 35 cm maka motor servo akan bergerak, dan membuka tutup bak sampah, setelah terbuka akan ditunda selama 5 detik namun jika 5 detik disekitar bak sampah tidak ada aktivitas maka motor servo akan bergerak untuk menutup bak sampah”, terang Febri. 
 
Alat yang menghabiskan dana sekitar 600ribu rupiah ini diharapkan akan membantu seseorang membuang sampah, agar tangan tidak kotor dan bau saat membuang sampah karena harus membuka tutup bak sampahnya terlebih dahulu. “Kelebihan lainnya adalah alat ini dikendalikan oleh sensor yang tak terlihat, dan  anti air sehingga dapat diletakkan di berbagai tempat”, tutupnya. (uny.ac.id/ humasristek)