Lazismu Harus Jadi Roda Dakwah Muhammadiyah

mas hajri46Jakarta – Usia satu dasawarsa merupakan waktu yang tidak sebentar. Usia Lazismu  yang satu dasawarsa itu kini telah banyak berperan baik pada aspek pendidikan, sosial, kesehatan, lingkungan dan entrepreneurship.

Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Pengurus Lazismu, Hajrianto Y. Tohari pada pembukaan Nasional Zakat Meeting 2013, Jumat (11/1) di Aula PP Muhammadiyah Jl. Menteng Raya 62 Jakarta Pusat.

Secara nasional menurut Hajri, kini lembaga zakat di Muhammadiyah telah memiliki 74 buah cabang. “Lazismu telah tumbuh dan berkembang di berbagai dan cabang di Indonesia,” katanya.

Namun demikian, Hajri mengaku kalau jumlah Lazismu yang sangat banyak itu tidak memiliki hubungan struktural, tetapi bersifat jejaring saja. “Kita belum pernah melakukan penataan struktural ke bawah sampai cabang, karena kita ingin lembaga zakat ini tumbuh dari bawah,” ungkapnya.

Karena sudah tumbuh besar, maka menurut Hajri, Lazismu ingin ada pertemuan nasional dan menentukan langkah program strategis. “Kita berharap ke depan Lazismu dapat menjadi roda dakwah Muhammadiyah,” harapnya.

Karenanya, di acara Raker yang akan dilaksanakan selama tiga hari, Hajri berharap seluruh peserta yang ada di daerah-daerah itu dapat berbagi informasi dan pengalaman. Dengan demikian kata Hajri, kita akan lebih dapat berperan dan menjali mitra strategis bagi lembaga dan majelis termasuk Ortom yang ada di Muhammadiyah.

Selain itu Hajri juga berharap kepada seluruh pengurus Lazismu dapat melakukan transparansi dalam pengelolaan dana zakat ini. “Walaupun muzakki tidak membutuhkan laporan, tetapi kita wajib melakukannya karena itu kewajiban kita,” tegasnya. (muhammadiyah.or.id)