Din: Mu’allimin Mu’allimaat Harus Jadi Candradimuka Pengkaderan Muhammadiyah

1316531923 b10Yogyakarta- Madrasah Mu’allimin dan Mu’allimaat Muhammadiyah harus menjadi kawah candradimuka bagi kader-kader penerus Persyarikatan Muhammadiyah, melahirkan kader-kader utama serta ulama yang menjadi harapan dan tumpuan di abad ke dua.

Demikian disampaikan ketua umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin saat memberikan sambutan pada peresmian gedung Induk Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah di Jl. Suranatan, Yogyakarta, Ahad (23/12/2012). Sejak sekitar 82 tahun yang lalu menurut Din Syamsuddin, Madrasah Mu’allimin maupun Mu’allimaat telah didesain untuk melahirkan cendekiawan muda, dengan telah banyak melahirkan alumni yang manjadi tumpuan persyarikatan Muhammadiyah, ketua umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah yang kebetulan juga hadir dalam acara tersebut, juga merupakan lulusan dari Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah, dan kader-kader lain yang telah mewarnai Pimpinan Pusat Muhamamdiyah dan ‘Aisyiyah. Peresmian gedung induk Mu’allimaat menurut Din Syamsuddin merupakan tonggak bersejarah kala Muhammadiyah masuk abad ke dua. Gedung induk Madrasah

Mu’allimaat Muhammadiyah menurut salah satu Badan Pembina Mu’allimin Mu’allimaat Anas Farkhan, adalah bagian dari upaya peremajaan gedung lama yang telah berumur lebih dari usia kemerdekaan Republik Indonesia, hanya saja karena kawasan sekolah merupakan kawasan cagar budaya, maka berbagai persyaratan perijinan sedikit lebih ketat. Bangunan 3 lantai dan 2 lantai tersebut dibagun dengan luas 1223m2 dan 308m2, dibangun dalam kurun waktu 16 bulan, dengan biaya total mencapai 3,6 Miliar rupiah.  (muhammadiyah.or.id)