M Diah : Hukuman Juga Mendidik

umri-mediaPengamat pendidikan Riau, Prof. Mohammad Diah menilai penerapan UU perlindungan anak di lingkungan pendidikan memang membuat guru sangat berhati-hati menghukum siswanya yang melakukan kesalahan. Padahal, hukuman itu sebenarnya mengandung unsur mendidik juga. Asalkan dipakai untuk edukasi dan tidak disertai emosi.

 

Hukuman yang dilakukan di sekolah bukan untuk menyakiti siswa, melainkan agar siswa tidak berbuat seperti yang tak diinginkan. Kalau ada siswa yang salah. lebih baik ditegur. Tetapi jika teguran saja tak dihiraukan, tidak masalah jika dihukum. “Namun harus dengan cara yang tak mencederai anak,” tuturnya.

Menurutnya, guru itu merupakan profesi otonom dan dikungkung oleh kode etik keguruan. Artinya, jika ada guru yang salah maka kode etik dari lingkungan profesinya itulah yang menghukumnya.

Dalam pernyataannya, Diah yang juga Rektor Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) ini mengomentari kejadian yang menimpa nurbaiti, guru SDN 081 Pekanbaru yang ditampar orang tua siswa. Menurut dia, kejadian itu merupakan contoh buruk yang dilakukan orang tua pada dunia pendidikan.

Diah menjelaskan, orang tua sudah mempercayakan anaknya pada sekolah untuk dididik. Oleh karena itu, tidak sepantasnya jika orang tua menampar seorang guru. Semestinya, orang tua mendatangi sekolah dengan baik-baik. Memusyawarahkannya dengan kepala sekolah dan guru terkait guna mencari solusi terbaik. Jadi tidak dengan jalan kekerasan. (Tribun Pekanbaru, Sabtu, 1 Desember 2012)