Wirid UMRI : Memaknai Hijrah Sebagai Gerakan Ketaatan

wirid-nov1Wirid (pengajian) rutin untuk November 2012 Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) mengambil tema : Hijrah Momentum Evaluasi dan Perubahan Diri. Wirid tersebut dilaksanakan pada Jumat (16/11) pukul 08.00 WIB bertempat di Auditorium Kampus I UMRI, Jl. KH Ahmad Dahlan 88 Sukajadi, Pekanbaru, Riau. Tampil sebagai penceramah pada wirid kali ini adalah Buya Syafrudin Saleh.

 

Menurut Buya, meskipun peristiwa hijrah pada masa Rasulallah SAW berupa berpindahnya tempat tinggal dari Mekkah ke Madinah, namun yang perlu dipedomani adalah semangat dan substansi perpindahan tersebut. Untuk itu, jika mengacu pada substansi hijrah Nabi beserta rombongan, hijrah dapat dimaknai sebagai gerakan ketaatan kepada aturan atau sistem Allah SWT menuju peningkatan atau perubahan yang lebih baik.

Ummat Islam terutama warga Muhammadiyah, seharusnya mengambil momentum tahun baru Hijriyah ini sebagai tonggak awal untuk maju dan bersatu memerangi pihak-pihak atau perdaban luar Islam agar Islam kembali berjaya di muka bumi ini. Saat ini, ummat Islam belum bersatu sebagaimana sinergi yang terjalin pada kaum Muhajirin dan kaum Anshor pada peristiwa Hijrah Nabi. Kaum Muhajirin yang hijrah hanya sekitar 100 orang, tapi setelah bersinergi dengan kaum Anshor maka Islam menyebar dan berkembang ke seluruh penjuru dunia dan mencapai masa kejayaannya.

Agar peristiwa Hijrah dapat dijadikan momentum untuk bersatu dan memajukan kembali Islam, menurut Buya diperlukan strategi dan upaya. Pertama, memelihara hijrah (gerakan ketaatan) melalui shalat berjamaah sebagai pemersatu ummat Islam. Kedua, menerapkan nilai-nilai shalat berjamaah dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar. Ketiga, menjaga kehidupan berjamaah di masjid-masjid sebagai basis kegiatan ummat dan masyarakat. “Kejayaan Islam dapat diupayakan dengan bersama-sama, tidak bisa secara individu ataupun kelompok. Ummat Islam di Timur Tengah seharusnya dapat bersinergi dengan di luar Timur Tengah seperti hikmah peristiwa hijrah”, lanjut Buya.

Wirid UMRI kali ini dihadiri juga oleh Rektor dan Wakil Rektor UMRI. Dalam sambutannya, Rektor UMRI, Prof. Dr. H. Mohammad Diah Z.,M.Ed menyampaikan bahwa melalui semangat hijrah marilah kita bangun bersama universitas tercinta kita melalui filosofi bermarwah dan bermartabat. Salah satu ciri khas agar bisa bermarwah dan bermartabat adalah kemandirian. UMRI saat ini sedang menyusun dan menerapkan masterplan 25 tahun ke depan yang diwujudkan dalam bentuk Rencana induk Pengembangan (RIP).

wirid-nov2Lebih lanjut menurut Rektor, di masa-masa mendatang pimpinan UMRI bersama BPH akan mengupayakan pengembangan dan peningkatan kualitas SDM yang mungkin saat ini masih belum berjalan optimal. Peningkatan kualitas SDM tersebut meliputi pemberdayaan dan pembinaan dosen dan karyawan, peningkatan kesejahteraan hingga penjaminan kesehatan dan hari tua melalui program jamsostek yang baru-baru ini dijalankan. (Hsn).

Blog Attachment