(0761) 35008 umri@umri.ac.id

Belum Setahun, Omzet Capai Rp 40 Juta

Belum Setahun, Omzet Capai Rp 40 Juta

bunaWalaupun belum genap setahun berjalan, salah satu binaan Inkubator Bisnis Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Buna Rendang, telah mampu membuka empat cabang usahanya di Surabaya. Saat ini, omzetnya pun tak main-main, yaitu mencapai Rp 40 juta per bulan. Selain penghasilan bisnis besar yang telah dibuktikan, Buna Rendang pun menorehkan prestasi sebagai juara pertama kompetisi bisnis plan di Institut Pertanian Bogor (IPB), akhir September 2012 lalu.

Buna Rendang merupakan usaha makanan padang cepat saji yang digagas dan dikelola oleh lima mahasiswa ITS dari berbagai jurusan. Mereka adalah Rian  Kurniawan, Ludianto Dwi Saputro, Rochman SP, Devid Indra, serta  Richard Wacju Wijaya. “Sengaja tim ini saya bentuk dari berbagai jurusan dan level angkatan agar dapat menggunakan keahlian masing-masing serta kesolidan tim untuk ke depannya,” tandas Rian, ketua tim bisnis.

Menurut Rian, ide awal membuat Buna Rendang datang ketika dirinya mengetahui bahwa rendang merupakan makanan nomor satu di dunia. “Alasan saya saat itu rendang menempati peringkat pertama dari 50 makanan yang dinilai lezat di dunia pada September 2011,” kata mahasiswa kelahiran Padang, 5 Februari 1990 ini. Hal ini berdasarkan survei para pemerhati stasiun berita CNN, yang dimuat di situs CNNGo.

Rian pun berpikir ternyata masakan Indonesia sangat diminati di negara-negara lain. Di Jerman misalnya, rendang ternyata laku keras. Namun, imbuhnya, belum ada yang menggarap serius masakan rendang. “Saya menangkap peluang ini. Saya ingin memasyarakatkan masakan Padang dengan tampilan yang tak kalah modern,” papar mahasiswa Jurusan Teknik Mesin.

Awalnya, bisnisnya ini dimulai dari jualan di rumah salah satu tim yang berada di pinggir jalan. “Alhamdulillah, setelah 4 bulan kami sudah punya rombong sendiri,” kata Rian yang kini melanjutkan kuliah di Magister Manajemen Teknologi  (MMT) ITS.

Kini, usia bisnisnya yang telah berjalan 11 bulan, sudah memiliki empat cabang di Surabaya dengan omzet mencapai Rp 40 juta per bulan. “Pegawai kami saat ini ada sekitar sembilan orang dengan karyawan tetap di dapur tiga orang,” tandasnya. Oktober ini, timnya berencana akan membuka dua cabang sekaligus di Jakarta.

Selain pengembangan bisnis yang super cepat, bisnis Buna Rendang juga meraih banyak penghargaan bergengsi. Sebut saja, finalis Sosro Green Tea, Java Jazz Festival, dan lain sebagainya. “Selain itu Buna Rendang  juga pernah menjadi salah satu dari 10 makanan khas Surabaya versi Suara Surabaya,” tandasnya.

Kesuksesan bisnis ini tak terlepas dari pembimbingan intensif melalui Inkubator bisnis ITS. “Kami diberi pelatihan tiap bulan oleh ITS dengan pembicara-pembicara handal seperti di level marketing dan keuangan,” kata Rian. Selain itu, Inkubator ITS yang menjalin kerjasama dengan Kementrian Koperasi Indonesia ini juga memfasilitasi dengan mencarikan investor untuk pengembangan bisnis mahasiswanya. (its.ac.id/ humasristek)