Jon Erizal Orasi Ilmiah pada Wisuda UMRI

jon erizalPEKANBARU (RA) – Bakal calon Gubernur Riau H. Jon Erizal, SE, MBA, tampil dari kampus ke kampus. Setelah menyampaikan orasi ilmiah di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Taffaqquh Fiddin, Dumai, kali ini tampil pada Sidang Senat Terbuka Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) dalam rangka Wisuda Sarjana dan Lulusan Diploma III ke-5 dan Milad ke-4 Umri di Ballroom Hotel Ibis, Pekanbaru, Senin (22/10/2012). Jon Erizal  menampilkan orasi ilmiah bertema  ‘technopreneur’ atau kewirausahaan yang menggunakan teknologi.

Dalam kesempatan itu, Umri mewisuda 158 orang sarjana dan lulusan Diploma III Keperawatan. Selain  Rektor Umri, Prof. Dr. H.M. Diah Zainuddin, M.Ed, juga  hadir Koodinator Kopertis Wilayah X, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Riau, dr. Taswin Yacob, tokoh Muhammadiyah H. Radja Roesli dan Alimunir Asany, serta Bupati Bengkalis H. Herliyan Saleh.

Menurut Jon Erizal, technopreneur muncul sebagai jawaban atas kondisi ril yang dihadapi negara kita saat ini. Ada beberapa faktor yang melatarbelakanginya antara lain tingginya tingkat kompetisi yang mengakibatkan setiap individu yang berwirausaha terus menerus memperbaiki layanan. Kemudian, banyaknya penemuan teknologi baru yang membuat orang terus berlomba menjadi yang terbaik, serta perubahan pradigma dari lulusan pencari kerja ke lulusan pencipta kerja.

‘’Ini faktor terbesar dari sekian sebab kenapa technopreneur ini lahir,’’ ujar pengusaha nasional asal Bengkalis, Riau, itu.

Mengutip data BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi), Jon Erizal mengungkapkan di Indonesia baru 0,24 persen dari 53 juta pelaku usaha yang menggunakan technopreneurship alias usaha berbasis inovasi teknologi. Bandingkan dengan Malaysia yang sudah 3 persen, Singapura 7 persen dan AS 11,5 persen. Ini menjadi salah satu sebab industri dan lembaga riset di negara kita tidak berkembang.

‘’Perlu ada entrepreneur inovatif untuk menjembatani industri dan lembaga riset sehingga terjalin kerjasama saling menguntungkan,’’ ujar balon Gubernur Riau yang diusung PAN dan PKS ini.

Besar harapan, kata Jon Erizal, technopreneurship mampu mengurangi jumlah pengangguran yang kian tinggi. Saat ini pengangguran intelektual lulusan perguruan tinggi telah mencapai 1.132.751 orang pada September 2011 atau naik 15,71 persen dibandingkan tahun 2010. ‘’Kerja keras membumikan technopreneurship, tidak hanya menjadi tanggungjawab pemerintah, tetapi juga civitas akademika yang diharapkan mampu mencetak lulusan yang berkompeten,’’ ujarnya.

Karena itu, Jon Erizal menyambut baik rencana Rektor Umri untuk membuat inkubator bisnis untuk mencetak lulusan yang mampu menjadi entrepreneur. ‘’Saya menyambut baik rencana Pak Rektor untuk mendirikan inkubator bisnis, namun kemampuan entrepreneur bisa diasah dari luar itu dengan mempunyai mimpi, keberanian memulai, dan berani mengambil resiko,’’ katanya. (RA/rls)(riauakual.com)