Saidul Amin : Muhammadiyah Perlu Budayakan Zakat Profesi Untuk Pemberdayaan Umat

wirid-oktoberDr. Saidul Amin,MA tampil sebagai Penceramah dalam Wirid (pengajian) rutin Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), Pekanbaru. Wirid yang dilaksanakan pada Jumat (19/10) tersebut bertempat di Auditorium Kampus I UMRI Jl. KH. Ahmad Dahlan No.88, Sukajadi, Pekanbaru,Riau. Wirid Oktober 2012 kali ini mengambil tema : Zakat Profesi dan Pemberdayaan Ummat.

Dalam pengantarnya, Saidul Amin menyampaikan bahwa hakekat zakat adalah membersihkan harta dan menumbuhkan kepedulian pada sesama. Dengan mengoptimalkan zakat khususnya zakat profesi, diharapkan dapat membangun atau memberdayakan ummat, sehingga gap antara si kaya dan si miskin dapat lebih dipersempit.

Muhammadiyah sebagai organisasi Islam terbesar dan modern perlu membudayakan zakat profesi tersebut agar berimbang antara warga yang berprofesi ‘tinggi’ dengan yang berprofesi ‘rendah’. Masih banyak warga Muhammadiyah yang memiliki penghasilan yang pas-pasan bahkan di bawah standar UMR. Jika zakat profesi tersebut dikelola dengan baik, maka akan sangat membantu warga yang membutuhkan baik dalam bentuk santunan/modal usaha, bantuan dana pendidikan, dan lain sebagainya.

Lebih lanjut menurut Saidul Amin bahwa filosofi zakat umumnya atau zakat profesi secara khusus dapat dianalogikan seperti air sumur. Semakin ditimba maka airnya akan semakin bersih dan dipenuhi dengan sumber air baru dari mata air sumur tersebut, sedangkan jika didiamkan saja, maka akan kotor dengan lumut dan tanaman atau belukar.

Pada bagian akhir ceramahnya, Saidul Amin mengakui bahwa hingga saat ini penerapan zakat profesi masih memiliki kendala dan keterbatasan. Para ulama masih memiliki pandangan yang berbeda. Sebagian menafsirkan bahwa zakat fitrah tidak wajib karena tidak tercantum secara tekstual dalam Al Qur’an maupun Hadits, sebagian ulama lain menafsirkan zakat profesi masuk dalam penghasilan sebagaimana zakat hasil pertanian bagi para petani. Namun terlepas dari perbedaan pandangan tersebut, beliau menghimbau pimpinan dan warga Muhammadiyah untuk membudayakan zakat profesi karena memiliki manfaat dan hikmah yang positif bagi warga Muhammadiyah.

Di akhir sesi wirid bulanan tersebut, seperti biasa diisi dengan diskusi dan tanya jawab dengan beberapa Dosen dan Karyawan UMRI. Topik diskusi antara lain seputar mekanisme pembayaran zakat profesi, besaran zakat profesi dan hakekat atau keutamaan zakat profesi. (Hsn)

wirid-oktober2

Blog Attachment