(0761) 35008 umri@umri.ac.id

Hexar, Robot Penjinak Bom dari PENS ITS

Politeknik Elektronika Negeri  Surabaya (PENS) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)  Surabaya, berhasil merakit robot penjinak bom. Dinamai Hexar, robot ini juga berfungsi sebagai pengganti manusia untuk mendekati objek atau sasaran yang membahayakan. 

Dalam sebuah uji coba, Hexar terbukti dapat mengintai dan mendekati sasaran bom yang disembunyikan. Keistimewaan Hexar adalah ia bisa merekam suasana dengan empat sudut  kamera, dan merusak rangkaian bom sebelum bom diledakkan.

 
Berbahan alumunium dan memiliki tinggi 1,5 m, Hexar terlihat seperti tank. Bedanya, Hexar memiliki enam roda yang memungkinkannya dapat berjalan di segala medan.

Hexar tidak hanya dapat merekam suasana daerah pengintaian dengan empat kameranya, ia juga dipasangi senjata anti teror  dan tembak udara (air softgun) yang berfungsi untuk mengurai rangkaian bom agar tidak meledak.
 
Menurut Ryan Adzadi, mahasiswa perakit Hexar, hal lain yang membuat robotnya istimewa adalah ia dikendalikan dengan komputer dan dapat berjalan hingga 10 km. “Robot segala medan  ini  sengaja didesain untuk menjinakkan bom, karena hingga sekarang masih saja sering terjadi gangguan teroris,” kata Ryan di Surabaya.
 
Dr. Ir. Endra Pitowarno, M.Eng, sang dosen Pembina, bertutur, butuh sekira dua tahun untuk merakit Hexar. Total biaya yang digelontorkan adalah sekira Rp300 juta.
 
“Robot Hexar  penjinak bom  ini  masih dikembangkan sebagai bahan pengembangan pendidikan, dan masih belum ada rencana untuk diproduksi secara massal,” imbuhnya. (okezone.com/ humasristek)