Hari Pertama Kerja, UMRI Selenggarakan Syawalan Bersama

Hari pertama kerja pada Senin (27/8), Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menyelenggarakan Syawalan Bersama bertempat di Kampus I UMRI Jl. KH Ahmad Dahlan No. 88 Pekanbaru, Riau. Acara ini diselenggarakan atas prakarsa Pihak Rektorat UMRI. Drs. Sukarni,M.Si, selaku Wakil Rektor I dan salah satu inisiator acara menyampaikan pada pembukaan kegiatan tersebut bahwa kegiatan syawalan bersama yang dipusatkan di kampus pada tahun ini merupakan kegiatan pertama. Tahun-tahun sebelumnya biasa dilakukan dengan kunjungan ke rumah para pimpinan, dimulai dari Rektor, Wakil Rektor, Dekan dan lain sebagainya.

Kegiatan Syawalan kali ini terbagi dalam dua agenda utama yaitu sambutan Rektor UMRI dan Tausiyah Syawalan. Pada bagian akhir, acara dilanjutkan dengan bersalaman untuk bermaaf-maafan serta dilanjutkan dengan makan bersama. Pada sambutannya, Prof. Dr. H. Mohammad Diah Z,M.Ed, selaku Rektor UMRI menyampaikan bahwa Beliau secara pribadi menyambut baik inisiatif untuk memusatkan kegiatan syawalan di kampus. Hal terpenting dari kegiatan tersebut adalah substansinya terpenuhi yaitu mempererat silaturrahim sesama keluarga besar UMRI baik pimpinan, karyawan dan dosen. “Selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah setelah Ramadhan, amal ibadah dapat kita tingkatkan sehingga predikat taqwa dapat kita raih. Di sisi lain, melalui semangat syawalan ini, kita dapat meningkatkan etos kerja dan kedisiplinan menuju UMRI yang bermarwah dan bermartabat”, lanjut Beliau.

Sementara itu pada sesi Tausiyah Syawalan, Drs. H.M. Rasyad Zein,MM, selaku perwakilan Lembaga Studi Islam dan Kemuhammadiyah (LSIK) UMRI sekaligus Wakil Rektor III UMRI menghimbau seluruh sivitas akademika UMRI untuk memanfaatkan momentum syawalan sebagai upaya untuk meningkatkan kedisiplinan dan semangat untuk membangun UMRI menjadi labih baik serta mewujudkan rasa dan suasana kekeluargaan dan kebersamaan.

Pada intisari tausiyahnya, beliau menyampaikan bahwa ada tiga hal hikmah yang dapat dipetik dari kisah awal Rasulallah SAW ketika pertama kali membangun kota Madinah. Pertama, menebarkan salam. Kedua, mempererat tali silaturrahim dan ketiga, saling berbagi dan memberi. Hikmah yang dapat dipetik tersebut adalah : pertama, menebarkan salam (doa) diantara sivitas akademika UMRI, dengan itu akan menyelamatkan UMRI, sehingga masing-masing kita dapat melakukan yang terbaik bagi UMRI melalui kemampuan dan posisi masing-masing termasuk menjaga nama baik UMRI di lingkungan masing-masing. Kedua, mempererat tali silaturrahim sehingga semua kita di lingkungan UMRI dapat merasa sebagai satu keluarga besar yang saling melengkapi dan menguatkan. Ketiga, saling memberi dan berbagi dengan apa yang kita miliki baik berupa ilmu, pengalaman minimal berbagi senyum setiap berjumpa. Memberi tidak harus identik dengan materi, melalui semangat berbagi akan tumbuh rasa solidaritas dan kasih sayang untuk suatu kesuksesan UMRI di masa mendatang. (Hsn).