Technopreneurship Jadi Mata Kuliah Penciri dan Unggulan UMRI

Salah satu hasil rapat yang diprakarsai oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI)  pada Senin (13/8) bersama seluruh ketua program studi dan dekan di lingkungan UMRI adalah disepakatinya mata kuliah Technopreneurship (Kewirausahaan Berbasis Teknologi) sebagai salah satu mata kuliah penciri dan unggulan UMRI. Karena menjadi penciri dan unggulan, maka mata kuliah tersebut diwajibkan untuk semua program studi di lingkungan UMRI baik program Diploma 3 (D3) maupun Strata 1 (S1) dan Pasca Sarjana (S2).

Dalam rapat yang bertajuk Finalisasi Kurikulum 2012 tersebut, Drs. Sukarni,M.Si selaku Wakil Rektor I UMRI dan Ketua Rapat menyampaikan di sela-sela rapat bahwa mata kuliah Technopreneurship merupakan penciri UMRI, untuk itu pelaksanaannya harus dikemas dengan nuansa yang unik, berkualitas, dan bermanfaat bagi mahasiswa untuk mengarahkan mereka menjadi calon pebisnis yang dapat bersaing nantinya setelah lulus. “Beberapa hal yang menonjol dalam penciri pelaksanaan mata kuliah ini adalah mata kuliah ini dilaksanakan oleh mahasiswa secara berkelompok dan serentak di seluruh UMRI. Sebelum dilakukan penerjunan, semua mahasiswa tersebut dibekali dan ditraining oleh pakar dan motivator bisnis ternama. Kemudian mereka dapat menentukan tema dan lokasi bisnis sesuai program studi masing-masing”, Lanjut Sukarni.

Secara umum mekanisme pelaksanaan mata kuliah Technopreneurship tersebut mengadopsi pelaksanaan mata kuliah KKN (Kuliah Kerja Nyata). Hal ini disebabkan pada kurikulum baru 2012, disepakati untuk tidak mencantumkan lagi mata kuliah KKN tersebut, sehingga bidang pengabdian pada masyarakat tetap terlaksana meskipun dikemas dalam bentuk kegiatan wirausaha. Untuk efektifitas dan efisiensi pelaksanaan mata kuliah Technopreneurship tersebut, UMRI akan menunjuk Lembaga Enterpreneurship Center UMRI sebagai pelaksana dan penanggung jawab mata kuliah tersebut.

Bakaruddin,SE,MM, selaku Ketua Lembaga Enterpreneurship Center UMRI di sela-sela rapat menyampaikan bahwa mata kuliah ini sangat bermanfaat bagi calon lulusan UMRI. 90 % mahasiswa mind-set atau pola fikir masih mengidam-idamkan setelah lulus menjadi pegawai atau PNS, sementara lapangan pekerjaan kian terbatas. Melalui mata kuliah ini, jika dapat diterapkan secara maksimal, maka dapat membuka peluang lapangan kerja baru serta membangun ekonomi bangsa.

Mata kuliah ini direncanakan akan dimulai pelaksanaannya pada semester Genap tahun ajaran mendatang. Untuk mahasiswa yang masih menggunakan kurikulum lama, maka mata kuliah Technopreneurship ini akan dikonversi ke mata kuliah KKN. Sedangkan untuk tahapan umum pelaksanaan mata kuliah Technopreneurship antara lain : pendaftaran kelompok mahasiswa, pembekalan dan training, penentuan dosen pendamping, persiapan dan penyusunan program kerja, penerjunan, laporan pelaksanaan kegiatan kemudian diakhiri dengan sidang/ujian hasil kerja. (Hsn).