Tribun Pekanbaru : Mahasiswa KKN UMRI Kumpulan Warga Desa Makmur

UMRI dalam MediaPEKANBARU, TRIBUN-Sebnyak 13 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) non regular yang tengah melangsungkan kegiatan kuliah kerja nyata (KKN) di Desa Makmur, Kabupaten Pelalawan gelar pemeriksaan golongan darah gratis. Dosen pembimbing, Jufrizal Syachri, mengatakan sebelum menentukan kegiatan yang akan dilakukan tersebut, para mahasiswa terlebih dahulu melakukan survei lapangan.

“Dari hasil survei, hampir warga di desa itu tidak tahu golongan darahnya. Terbukti hampir semua KTP (Kartu Tanda Penduduk) Tidak dilengkapi keterangan golongan darah, “ujarnya ketika dihubungi”, Tribun,selasa(17/07).

Melihat kondisi dan kebutuhan itu, maka satu kelompok yang berasal dari jurusa kimia, sepakat membuat program pemeriksaan golongan gratis. Program pemeriksaan darah sudah dimulai sejak sabtu (14/07), dan berlanjud hingga minggu (15/07).

Animo masyarakat cukup besar. Dapat dilihat dari jumlah peserta yang mencapai 77 orang dengan usia beragam, dimulai dari 73 tahun hingga berusia 2 tahun. Dalam pelaksaan kegiatan itu,mereka juga mendapat dukungan kepala desa setempat beserta jajarannya.

“Acara berlansung hangat dan akrab, serta masyarakat sangat ramah. Hal yang sangat jarang ditemukan dikota, kemajemukan suku bangsa disini tak menghalangi mereka untuk bersikap santun, “katanya.

Dalam kegiatan itu, lanjut Jufrizal, mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat diperkuliahan.

Mahasiswa peserta KKN, sebelumnya sudah punya bekal ilmu tentang kimia klinis, di bangku perkuliahan.

“Kebetulan di dalam kelompok KKN juga ada 3 mahasiswa yang sudah bekerja sebagai analisis dilaboratorium RRSUD selasih pelalawan dan RRS Petala Bumi Pekanbaru. Jadi mereka tidak banyak mengalami kendala,”ucapnya. (rbp)

Panitia Rangkul PMI

DOSEN, pembimbing KKN Umri, Jufrizal Syachri, menilai mengetahui golongan darah itu penting untuk kepentingan transfusi yaitu proses penyaluran darah dari satu orang ke orang lainnya.

Transfusi darah berhubungan dengan kondisi medis seperti kehilangan darah dalam jumlah besar yang disebabkan trauma,operasi,syok,dan tidak berfungsinya organ pembentuk sel darah merah.

Dalam transfusi darah, kecocokan antara darah donor (penyumbang) dan resipien (penerima) adalah sangat penting. Darah donor dan resipien harus sesuai golonganya berdasarkan sistem ABO dan rhesus faktor.

Ia mengatakan,terutama untuk rhesus faktor masyarakat belum banyak mengetahuinya. Jika dua jenis golongan darahnya sama, dipastikan akan terjadi perang.

Sistem pertahanan tubuh penerima akan menganggap rhesus dari donor itu sebagai benda asing yang perlu dilawan.

Dia menambahkan, usai diperiksa golongan darahnya, masyarakat dipersilahkan membawa pulang kartu test darah. Masyarakat juga telah diajarkan cara membaca golongan darah pada kartu tersebut.

Selain pemeriksaan golongan darah, mereka juga akan merencanakan program lain. Misalnya penyuluhan bagaimana teknik penjernihan air,pemeriksaan dan penyuluhan HIV AIDS, dan penggalakan apotik hidup atau tanaman obat keluarga (TOGA).

“Tujuan akhir dari KKN ini, kami akan mengajak PMI untuk bekerja sama mengadakan kegitan donor darah di desa tersebut, “tambahnya.

Ia berharap, kegiatan KKN ini juga mendapat perhatian pemerintah daerah kabupaten Palalawan, sehingga tujuan dalam mencerdaskan dan memberi pengetahuan, informasi kepada masyarakat dapat berjalan dan sukses.

Kegiatan KKN mahasiswa non regular di lakukan setiap sabtu dan minngu, selama tiga bulan dari juli-september. (rbp)