TRIBUN PEKANBARU : Umri Lepas 236 Mahasiswa Peseta KKN Angkatan Ke-2

UMRI dalam MediaUniversitas Muhammadiyah Riau (Umri) melepas sedikitnya 236 mahasiswa peserta kuliah kerja nyata (KKN) angkatan ke-II. Mereka tersebar dibeberapa daerah di Riau. Kordinator KKN PPM Umri Angkatan ke-II, Harun Mukhtar M kom, mengatakan kegiatan KKN merupakan rangkaian pengalaman Tri Dharma Perguruan Tinggi, yg tertuang dalam SK Dikti Nomor 54 tahun 2011, tentang syarat kelulusan sarjana. Mahasiswa di tuntut mengamal Tri Dharma tersebut. Ketiga tuntunan itu pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, pengabdian pada masyarakat. “Setelah mahasiswa mengikuti perkuliahan dan menerima transfer ilmu dari pengajar, kemudian dilanjutkan dengan riset. Ilmu dan riset yang telah dilakukan itu kemudian wajib diamalkan dan diterapkan pada masyarakat. Kegiatan ini dilakukan dalam mata kuliah KKN”, ujarnya, senin (2/7).

Propesi KKN dijadwalkan berlangsung selama sebulan penuh. Dilokasi KKN, peserta diharapkan dapat mengamalkan semua yang telah ia terima saat menjalani perkuliahan di Umri. “Kita harapkan selama pengabdian ini, peserta KKN dapat benar-benar mengamalkan apa yang telah ia pelajari di kampus. Dengan begitu, masyarakat dapat merasakan manfaat pendidikan di Indonesia, “kata Harun. Untuk pemilihan lokasi pengabdian, sengaja dipilih, area yang dirasa masih belum berkembang. Atau bahkan tempat-tempat terpencil yang jauh dari kehidupan perkotaan.

Dari semua peserta, di bagi menjadi beberapa kelompok yang berjumlah sekitar 15 mahasiswa untuk tiap kelompok. Kelompok KKN mahasiswa tersebar dibeberapa kecamatan, diantaranya yaitu dikecamatan Siberida (Inhu), terdapat 4 kelompok sebanyak 56 mahasiswa, dikecamatan Tenayan Raya (Pekanbaru) terdapat 5 kelompok yang berjumlah 86 mahasiswa. Kemudian dikecamatan Tapung (Kampar) terdapat 3 kelompok sebanyak 38 mahasiswa, di kecamatan Buluh Cina (Kampar) 1 kelompok 16 mahasiswa, kecamatan Tanden Ujung Batu (Rokan Hulu) 2 kelompok sebanyak 28 mahasiswa, dan terakhir kecamatan Pangkalan Kerinci (Pelalawan) 1 kelompok berjumlah 13 peserta. Ia berharap, melalui program PPM, mahasiswa bisa melebur dan turun langsung untuk membantu masyarakat.

Ia mengatakan tiap kelompok mempunyai dosen pembimbing, dan mempunyai tema program masing-masing. Ia mencontohkan, misalnya pengembangan bidang Usaha Kecil Menengah (UKM), pengembangan di bidang pertanian, pendidikan, keagamaan, dan penyuluhan di bidang kesehatan. “Masing-masing kelompok, sudah punya rencana atau topik yang akan dikerjakan, sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang akan mereka bantu, “ujarnya. (rbp)