Turanor Selesaikan Seberangi Beberapa Samudera Hanya Dengan Energi Surya

Setelah energi surya terbukti mampu menjadi pengganti bahan bakar minyak pada kendaraan darat dan pesawat udara, kini menyusul transportasi laut membuktikan kemampuan energi surya untuk mengantarkannya mengarungi berbagai perairan laut dunia.

Turanor, kapal berjenis catamaran yang dibuat dengan menghabiskan dana sebesar 26 juta US dolar adalah sebuah kapal yang didesain menggunakan 100% energi surya sebagai pengganti bahan bakar minyak. Idenya berawal dari Raphael Domjan di tahun 2004 yang berkeinginan untuk mengarungi samudera dengan hanya mengandalkan energi surya.

Perjalanan awal Turanor dimulai pada September 2010 setelah pembuatannya yang memakan waktu 14 bulan. Rute-rute yang dilaluinya adalah samudera Atlantik, kanal Panama, samudera Pasifik, samudera India, kanal Suez dan laut Mediterania.

Untuk mengarungi perairan-perairan tersebut hanya dengan energi surya, Turanor yang mempunyai ukuran panjang 35 meter, lebar 23 meter serta bobot mati 95 ton ini dilengkapi dengan panel-panel surya seluas 537m2 dan 6 block baterai listhium ion. Listrik yang bisa dihasilkan dari panel-panel surya berefisiensi 18,8% sebesar 93,5 kW atau setara dengan 127 daya kuda.

Konsumsi energi listrik yang dibutuhkan untuk mendorong kapal berkapasitas penumpang 40 orang tersebut, rata-rata hanya sebesar 20 kiloWatt. Daya ini terbilang hemat, berkat pemilihan material bodi dan rangka yang terbuat dari karbon serta motor listrik yang didesain khusus.

Perjalanan panjang Turanor yang berakhir di pelabuhan Hercule, Monaco, Sapnyol menjadi bukti bahwa energi surya mampu menjadi energi alternatif pengganti bahan bakar fosil. Meski saat ini perangkat-perangkat konversi energi matahari menjadi listrik berikut media penyimpan energinya masih relatif mahal, tak dipungkiri lagi kelak akan mengalami penurunan harga yang cukup signifikan seiring dengan perkembangan teknologi dalam memproduksi perangkat-perangkat tersebut. Bukan tidak mungkin di masa depan, berbagai transportasi laut, darat dan udara tidak lagi bergantung pada bahan bakar fosil. (planethijau.com/ humasristek)