UMRI Datangkan Ilmuwan Jerman Untuk Gelar Diskusi

Ilmuwan Jerman ke UMRIPekanbaru, Universitas Muhammadiyah Riau menggelar diskusi peluang bahasa Indonesia sebagai bahasa ilmiah dan ekonomi antar bangsa. Diskusi ini diadakan di Maharani Room Hotel Ratu Mayang Garden, dihadiri peserta dari kalangan intelektual, budayawan dan praktisi ekonomi,  Jum’at (17/2).

Rektor Umri prof. Dr. M Diah mengatakan, diskusi yang diselengarakan untuk meperluas cakrawala akademiks. Serta berupaya merubah sistem multi disiplin pendidikan dengan menciptakan sistem yang bersifatnya  linier.

Nara sumber dari Goethe University Frankfurt, jerman. Prof. Arndt Graf menjelaskan dalam paparan makalahnya, saat diskusi Graddol’s tahun 1997 diprediksi tingkatan bahasa dunia dapat berubah rentang waktu 1997 sampai 2050. Ada 5 (lima) bahasa yang berkembang, yaitu bahasa Cina, bahasa Hindi/Urdu, bahasa Inggris, bahasa Spanyol dan bahasa Arab.

Dari lima bahasa tersebut bahasa Cina berperan di bidang ekonomi, tapi belum menjadi bahasa ilmiah internasional. Prof. A. Graf menilai jika kedepannya pertumbuhan ekonomi dan budaya Indonesia semakin meningkat, maka nantinya bahasa Indonesia berperan dalam bahasa ilmiah dan bahasa ekonomi antar bangsa.

Sementar itu, dari diskusi yang telah dilakukan, Rektor berharap, bahasa Indonesia ikut mewarnai bahasa didunia. Setidaknya, ada sejumlah kekhasan bahasa Indonesia yang tercantum dalam perkembangan bahasa ilmiah dan ekonomi lintas bangsa. **HUMAS**