30 Pakar Se-Dunia Siap Seminar Bedah Mengenai Muhammadiyah

Malang- Lebih dari 30 pakar tentang Muhammadiyah dari berbagai negara akan berkumpul di kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada 29 November hingga 2 Desember tahun ini. Mereka akan membahas satu topik ‘Discourse on Genuine Identity of Muhammadiyah in post Centennial Era’.

“Ini merupakan seminar internasional dalam rangka menyambut peringatan Satu Abad Muhammadiyah yang dalam tahun Masehi jatuh pada tahun ini,” kata ahli Muhammadiyah asal Chiba University Jepang, Mitsuo Nakamura, Kamis (19/1). Nakamura hadir di UMM dalam koordinasi panitia pengarah (Steering Committee) dengan rektor UMM, Muhadjir Effendy. Dia adalah satu diantara para penggagas seminar ini dan sekaligus menjadi panitia pengarah. Selain dia, pakar lainnya, seperti Prof. Dr. Chamamah Suratno, Prof. Dr. Azyumardi Azra, Prof. Dr. Amin Abdullah dan Prof. Dr. Jaenuri juga hadir dalam koordinasi itu.

Nakamura menjelaskan, pertemuan para pakar itu bertujuan untuk menghimpun ahli-hali dari luar Indonesia dan dalam negeri yang memiliki komitmen tinggi pada studi tentang Muhammadiyah. “Melalui workshop itu pertukaran penemuan hasil riset dan diskusi berbagai topik tentang Muhammadiyah diharapkan dapat menghasilkan penggambaran yang komprehensif tentang Muhammadiyah dan saran-saran untuk pengembangannya di masa yang akan datang,” terangnya.

Untuk menguatkan hasil seminar tersebut, panitia akan menerbitkan hasil seminar melalui sebuah penerbitan internasional yang memiliki reputasi baik.

Sejauh ini, Nakamura sudah berkomunikasi dengan kolega-koleganya dari berbagai negara dan sebagian besar sudah menyatakan kesediaannya untuk hadir membawa makalah ke Malang. Antara lain, James L. Peacock, Michael Prager, Robert Heffner, Herman L Beck, Hyung Jim Kim, Nelly van Doorn-Harder. Sedangkan dari kalangan muda Muhammadiyah, nanti akan ditampilkan antara lain Achmad Najib Burhani, Sukidi, Hilman Latif, Abdul Mu’thi, Pradana Boy, dan beberapa nama lainnya.

Dalam diskusi itu, mengemuka seminar akan dibuka dengan keynote speech oleh mantan Ketua PP Muhammadiyah, Syafii Maarif dan ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin. Sedanglkan topic yang dibahas meliputi sejarah dan perkembangan Muhammadiyah, Muhammadiyah dalam konteks local, pendidikan Muhammadiyah, filantropi Muhammadiyah, Tarjih dan Tajdid, Aisyiyah dan gerakan kesetaraan gender, politik dan demokratisasi, solidaritas antar keyakinan, dan state of art dalam kajian Muhammadiyah serta agenda masa depannya.

Saat ini, proposal seminar internasional itu sedang dimatangkan oleh Nakamura, Azyumardi Azra dan beberapa rekan timnya. Sedangkan persiapan kepanitian lokal akan dimatangkan oleh tim dari UMM. “Kita akan mengadakan seminar pendahuluan untuk dijadikan pemanasan dulu,” kata rektor, Muhadjir Effendy. Dia juga mengusulkan, sebelum menuju seminar internasional di UMM, kampus-kampus Muhammadiyah lainnya juga mengadakan seminar serupa agar gaungnya lebih kuat.

Di sisi lain, rektor juga mengusulkan agar diundang juga pakar dari Timur Tengah, seperti Arab Saudi, Iran, Mesir ataupun Qatar. Diyakininya, saat ini sudah mulai tumbuh pengamat Muhammadiyah dari Timur Tengah itu. Dengan mengundang mereka, kata rektor, akan membuka cakrawala mereka tentang Muhammadiyah. Menanggapi hal ini, Amin Abdullah setuju dan merekomendasikan agar dicari expert, setidaknya untuk menjadi peserta aktif dari Timor Tengah hingga Turki.

Sumber : www.umm.ac.id