Din: Tidak Adanya Keteladanan, Membuat Negara Jadi Kehilangan Arah

Jakarta- Kurangnya keteladanan dari kalangan elite membuat Negara seperti kehilangan arah, pemimpin sudah seharusnya menjadi teladan rakyatnya, apabila keteladanan tersebut hilang, maka rakyat juga akan bertindak semaunya. Demikian disampaikan ketua umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin saat menjadi moderator dalam Silaturahmi Tokoh Bangsa ketiga, dengan mengambil tema Problematika Bangsa dan Solusinya, yang bertempat di aula Gedung Dakwah PP Muhammadiyah, Jl Menteng Raya No.62, Jakarta Pusat, Kamis (19/01/2012).

Keteladanan yang dimaksudkan Din Syamsuddin adalah keteladanan sejati dan bukan keteladanan polesan yang hanya mempercantik penampilan untuk meraih simpati rakyat banyak. Din menuturkan, pada tahun 2012 ini seharusnya pemerintah lebih serius dalam mengatasi problematika yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini. Banyaknya gesekan dengan rakyat bawah seperti masalah buruh, Freeport, Mesuji, dan yang lainnya, membuktikan kalau perlu ada perbaikan kinerja. “Semua langkah (perbaikan kinerja pemerintah) harus dilakukan pada 2012, haram hukumnya sampai 2014,” tegasnya. Diambil tema mengenai problematika bangsa dan solusinya, menurut Din Syamsuddin karena sudah terlalu banyak masalah yang dihadapi bangsa, tetapi belum ada solusi yang jelas. "Banyak masalah menumpuk yang kemudian tidak terselesaikan karena ada kecenderungan lari dari masalah atau merasa tidak ada masalah,” jelasnya.

Banyaknya masalah yang tidak terselesaikan menurut suami dari Novalinda Jonafrianty ini, menandakan kalau bangsa ini sebenarnya seperti berjalan sendiri atau negeri auto pilot. “Banyak orang di Negara mulai merasa bahwa bahwa Negara ini seperti Negara auto pilot, tanpa SBY-pun Negara ini sudah bisa berjalan,” ungkap Din. Din menjelaskan bahwa, kritik terbesar pemerintah saat ini adalah kurangnya sense of crisis dan kemampuan untuk menyelesaikan krisis tersebut. Selian Din Syamsuddin, Hadir dalam acara tersebut antara lain mantan wakil presiden Jusuf Kalla, politisi senior Akbar Tanjung, mantan Menteri Perindustrian Fahmi Idris, mantan Ketua MK RI Jimly Ashiddiqie, mantan Panglima TNI Wiranto, Ketua DPD RI Irman Gusman, ketua umum KWI Mgr Martinus Situmorang dan masih banyak lagi.

Sumber : www.muhammadiyah.or.id