Akselerasi Inovasi Industri Kelapa Sawit untuk Meningkatkan Daya Saing Global

Sorotan Dunia Internasional  terhadap perkembangan industri kelapa sawit di Indonesia semakin tajam akhir akhir ini, khususnya setelah Indonesia menjadi negara produsen CPO terbesar di dunia. Industri sawit di tuding menimbulkan kerusakan lingkungan, mengkonversi hutan, menimbukkan masalah sosial seperti CDM, emisi karbon dan mengganggu kelestarian orang utan. Isu-isu negatif tersebut menjadi tantangan yang harus ditanggulangi bersama, sejalan dengan usaha meningkatkan manfaat sawit bagi perekonomian bangsa. Inovasi kebijakan bidang perkelapasawitan dan manajemen industri kelapa sawit untuk peningkatan daya saing  global, merupakan keharusan.

Karenanya, dalam rangka diseminasi hasil-hasil penelitian, pengembangan dan berbagi terobosan ilmu pengetahuan, teknologi dan kebijakan kelapa sawit kepada masyarakat serta mendorong perkembangan kelapa sawit, Masyarakat Perkelapa-Sawitan Indonesia (MAKSI) yang didukung oleh Kemenko Perekonomian, Kementerian Pertanian, Kementerian Ristek, IPB, serta KIN juga berbagai pihak terkait sawit, menyelenggarakan Seminar Nasional dan Kongres dengan tema “Akselerasi Inovasi Industri Kelapa Sawit untuk Meningkatkan Daya Saing Global”, pada Kamis, 26 Januari 2012, di IPB ICC (IPB International Convention Center) Bogor.

Diawali dengan sambutan  dari Ketua Umum MAKSI Tien R,Muchtadi, yang menekankan pada Kiprah MAKSI dalam Peran Litbang dalam Menjaga Mutu: Kebutuhan Pasar, Spesifikasi Mutu, & Desain Sistem  Produksi, telah banyak melakukan kegiatan di Bidang Invensi Pembibitan Kelapa Sawit  mencakup Bibit Karoten Tinggi,  Bibit Tahan Ganoderma, Pustaka Sumber Daya serta Genetika Sawit (PT Lonsum) . Selain itu Invensi Budidaya Kelapa Sawit spt  Diagnosa dini bibit    jantan/betina, – Diagnosa dini abnormalitas,- Kendali PUFA-MUFA serta – Biofertilizer ?.  Sedangkan Invensi Pengolahan Kelapa Sawit telah banyak dilakukan di  bidang – Biodiesel, – Surfactan, – Biogrease, – Oleochemical (Glycerin), – Nutraceutical, serta – Pharmaceutical “, sambut Tien.

Mengakhiri sambutannya, Tien berharap, Kegiatan seminar ini  dapat  menjadi akselarasi industri sawit dari hulu sampai ke hilir serta dapat memberikan manfaat dan peningkatan kerjasama diantara peneliti, peminat, pemerhati dan pelaku bisnis kelapa sawit sehingga permasalahan kelapa sawit dapat ditangani dengan baik dimana semua itu  bisa direncanakan dengan strategi dan akselerasi inovasi yang jelas," ujarnya.

Dilanjutkan dengan sambutan Rektor IPB, Hery Suhardiyanto yang sekaligus membuka Seminar Nasional Sawit 2012 didampingi oleh para pemakalah kunci dari KIN,  Kementerian Pertanian, dan Kementerian Ristek.

Ketua Komite Inovasi Nasional (KIN), Zuhal dalam paparan Makalah kuncinya, mengangkat topik Peran Komite Inovasi Nasional  Dalam Pengembangan Inovasi Kelapa Sawit yang Mendukung Daya Saing Global dengan mengacu pada prinsip “INISIATIF INOVASI : 1-747” (1%  dari GDP per tahun, 7 Langkah Perbaikan Ekosistem Inovasi, 4  Wahana Percepatan Pertumbuhan Ekonomi serta 7 Sasaran Visi Indonesia 2025).

Dilihat dari persaingan global, menurut Zuhal, pada tahun 2014 mendatang akan menjadi persiangan yang berat, oleh karena itu kita sebagai negara kelapa sawit yang besar akan mengusulkan kepada pemerintah, agar investor bisa difasilitasi dengan peraturan-peraturan yang ada. Ia menambahkan kelapa sawit sebagai eksport terbesar yang dimiliki Indonesia harus bisa bersaing dengan negara tetangga Malaysia. "Walaupun Malaysia lebih baik kelapa sawitnya, kita optimis akan mencapai target dan akan melebihi Malaysia," ujarnya.

Sebuah orkestra simfonik adalah analogi yang terbaik dari apa yang dibutuhkan indonesia untuk mencapai visi tahun 2025 sebuah penemuan yang didorong pertumbuhan ekonomi indonesia “, menurutnya lagi.

Orkes simfoni besar terdiri dari berbagai pemain individu yang benar-benar berbeda dan instrumen. Ada pemain yang sangat terampil profesional dan masing-masing instrumen memiliki karakteristik tersendiri, yang jika tidak dikelola dengan baik akan menciptakan kekacauan dan suara yang mengerikan. Dan lagi, orkestra simfoni besar akan menghasilkan seperti indah, surgawi suara musik. Pada kenyataannya, kadang-kadang musik begitu indah bahwa pendengar lupa bahwa itu benar-benar datang dari berbagai instrumen. Semua ini hanya dapat terjadi di hadapan para maestro yang melakukan orkestra, mengarahkan semua pemain untuk bekerja sama dalam harmoni.

Demikian pula, Presiden Republik Indonesia harus memimpin anggota simfoni orkestra besar NUSANTARA, untuk bekerja profesional, dan dalam irama yang harmonis untuk mengembangkan bangsa kita menjadi makmur dan hanya bangsa Indonesia, melalui inovasi.”, ujar Zuhal lagi.

Untuk mendukung  itu semua, KIN mengucurkan 3 program keterpaduan: 1. Biofertilizer, 2.Vaksin yang sdh di ttd kerjasama dg Kemenkes 25 Jan 2012 yang lalu atas inisiatif Kemenristek, serta 3. Desa Energi Mandiri. Kebijakan untuk menyelaraskan orkestra penerapan sistem inovasi nasional.

Sambutan Menteri Pertanian yang dibacakan oleh  Staf Ahli Menteri bidang kerjasama internasional Tahlim Sudaryanto, menyatakan perkelapa-sawitan di Indonesia harus bisa berkembang lebih maju lagi. Dalam rangka mendorong perkelapa-sawitan di Indonesia yang berkelanjutan, Pemerintah akan memberikan sertifikat kepada para pelaku usaha perkebunan, dan sebaliknya akan memberikan sanksi bagi pelaku usaha yang melanggar peraturan yang ada. "Pada tahun 2014 pelaku usaha kelapa sawit akan mendapat sertifikat," ungkapnya.

Benyamin Lakitan, Deputi Kelembagaan Iptek Kementerian Riset dan Teknologi mewakili Mennegristek, dalam makalah kuncinya mengangkat topik “Kebijakan RIset dan Teknologi untuk mendukung Industrialisasi Kelapa Sawit dalam rangka Implementasi MP3EI”.

Peningkatan pendapatan melalui aktivitas ekonomi sawit dengan keunggulan kompetitif, harus diupayakan melaluin transformasi ekonomi dari semula yang berbasis sumber daya alam menjadi berbasis inovasi dengan meningkatkan dan ensinergikan peran ABG.

Stimulus bagi bertumbuh kembangnya invensi-invensi baru untuk merintis inovasi-inovasi unggulan kelapa sawit, telah dijembatani oleh Kementerian Riset dan Teknologi melalui program penguatan SINas seperti Insentif SINas dan PKPP, SIDa, Konsorsium Inovasi,  dan Spesifikasi lokasi serta pengukuhan Pusat   Unggulan Inovasi Kelapa Sawit  “, ujar Benyamin.

Tampak hadir,  Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian RI, Aryan Wargadalam, para pelaku bisnis kelapa sawit, peneliti dari perguruan tinggi dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) serta anggota MAKSI, mahasiswa dan masyarakat pemerhati sawit juga, selebriti Ari Lasso dan Audy  sebagai sahabat sawit sejak tahun 2010 lalu.

Success Story Peran Bank Mandiri dalam Penguatan Industri Kelapa Sawit Nasional  di sampaikan pada pleno berikutnya, oleh Rafjon Yahya , Executive Vice President, Corporate Banking Bank Mandiri yang memaparkan tentang Kinerja Pembiayaan Kelapa Sawit Bank Mandiri, mencakup Bank Mandiri telah membiayai Kelapa Sawit sejak tahun 1975 – saat ini , Kualitas kredit Perkebunan Kelapa Sawit Bank Mandiri terjaga , Luas areal yang dibiayai mencapai 1 juta hektar, Total portfolio Kredit di Sektor Kelapa Sawit mencapai Rp 36 Trilyun , Pembiayaan Petani Plasma Rp  3 Trilyun untuk  membiayai  217.709 Hektar untuk 110.889 KK Petani “, jelas  Rafjon.

Kiat Keberhasilan Bank Mandiri dalam Pembiayaan Kelapa Sawit adalah Organisasi yang Fokus , SDM yang Kompeten , Penyesuaian skim kredit Bank dengan program Direktorat Jendral Perkebunan , Struktur Pembiayaan Perkebunan Besar yang konservatif, Pemilihan Calon Debitur Perkebunan Besar yang selektif, Skim Pembiayaan Plasma yang tepat, Pengawasan yang Ketat”, tambahnya.

Dikesempatan yang sama, Ketua Umum Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI) yang diwakili oleh Derom Bangun, Wakil Ketua I, memaparkan tentang “Peranan DMSI  Dalam Aplikasi Inovasi Dan Manajemen Kelapa Sawit Yang Berorientasi Kelestarian Lingkungan”.

Kiat Strategi Manajemen Industri Kelapa Sawit Indonesia  dari DMSI adalah Mengantisipasi kecenderungan dan orientasi perubahan bisnis yang mempengaruhi kinerja industri kelapa sawit nasional  minimal sampai tahun 2050; Memberikan fokus pada faktor terpenting yang berkontribusi pada daya saing kompetitif di pasar industri kelapa sawit global; DMSI aktif bekerjasama dengan Pemerintah Indonesia  dan para  pemangku kepentingan lainnya, terutama Universitas dan lembaga Pelatihan dalam memajukan industri kelapa sawit Indonesia; serta Bersama Pemerintah  membuat roadmap penyediaan SDM industri kelapa sawit yang unggulan, profesional, memiliki integritas yang tinggi dan berorientasi jangka pendek, menengah dan jangka panjang “, jelas Derom Bangun.

Selanjutnya, seminar menggelar tiga bidang utama terkait Industri hulu dan lingkungannya; Industri Hilir dan lingkungannya serta Sosial ekonomi bisnis dan manajemen. (asw/humasristek)

Sumber : www.ristek.go.id