UMRI Upayakan Standar Keselamatan Laboratorium

UMRI Upayakan Standar Keamanan LabPuluhan orang dari sejumlah perguruan tinggi, mengikuti pelatihan Good Laboratory Practice yang ditaja Unversitas Muhammadiyah Riau (UMRI). Dalam kegiata yang diselenggarakan dari tanggal 13-16 Desember 2011, UMRI menggandeng PT Chevron Pasific Indonesia (CPI). Dalam pelatihan ini, dipaparkan bahwa unversitas yang belum memiliki laboratorium sesuai standar. Misalnya, bagaimana cara yang benar dalam peletakan zat kimia. Karena peletaka zat kimia tidak boleh berdasarkan abjad tetapi harus berdasarkan sifat zat kimia tersebut.

Diadakan juga pratek penanganan praktis jika terjadi kebakaran. Misalnya, bagaimana cara memadamkan api yang berasal dari zat organik. Mahasiswa dan laboran harus tahu, zat organic yang terbakar tidak bisa dipadamkan dengan air. Karena apinya bisa tambah membesar. Zat oranik biasan ya hanya bisa dipadamkan dengan racun api atau api. Dengan pengetahuan ini diharapkan seluruh peserta paham dan bisa mempersiapkan sebelum masuk ke laboratorium.

Sementara itu seorang instruktur, Hadi Riyanto dalam pemaparannya menjelaskan ada dua hal yang kerap menyebabkan kecelakaan dalam laboratorium. Yaitu, kondisi tidak aman dan tindakan tidak aman. Kondisi tidak aman bisa saja dihilangkan. Bahkan untuk beberapa hal begitu mudah diatasi. Misalnya, dengan tidak membiarkan kabel listrik yang posisisnya berpotensi mengganggu aktivitas. Sementara tindakan tidak aman biasanya sangat sulit dihindari seperti kebiasaan, kurangnya pengetahuan dan kurangnya kesadaran. Pencegahan yang terbaik adalah menanamkan kesadaran bekerja dengan selamat pada setiap orang yang beraktivitas di laboratorium.(HUMAS)