INDONESIA BUTUH PENDIDIKAN BERKARAKTER

seminar-pendidikan-karakter-umriDirektur Jendral Pendidikan Dasar Kemendiknas, Prof. Suryanto PhD Menegaskan perlu adanya revitalisasi pembangunan karakter bangsa. Pasalnya, fenomena yang terjadi saat ini, perilaku masyarakat belum sejalan dengan karakter bansa yang dijiwai falsafah Pancasila.

Penegasan tersebut disampaikan suryanto ketika menjadi pembicara salam seminar bertajuk kebijakan dan implementasi pendidikan berkarakter yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) di Hotel Aryaduta, rabu(15/6).

Menurutnya karakter bangsa sangta penting, karena itulah yang menjadi pilar penting dalma kehidupan berbangsa dan bernegara. “ Karakter bangsa itu ibarat kemudi dalam kehidupan berbangsa,” tutur dia. Pembangunan karakter itu sendiri mempunyai satu tujuan, yaitu mengembangkan karakter bangsa agar mampu mewujudkan nilai-nilai lihur dari pancasila itu sendiri. Dengan pembangunan karakater itu sendiri  dihapkan berfunsi sebagai pengembang dari pada potensi dasar yang dimiliki agar seseorang ,mempunyai hati yang baik,berpikiran juga baik, serta berperilaku baik.

Ruang lingkup pembangunan karakter bangsa ini cukup luas dan tidak hanya dari kehidupan keluarga saja. Tapi juga mencakup di satuan pendidikan, masyarakat sipil, masyarakat politik,pemerintahan,dunia usaha serta media massa,” ungkap dia.

Menanggapi masalah makin tipisnya rasa nasionalisme,suryanto menegaskan perlu adanya pendidikan berkarakter di lingkungan sekolah. Pendidikan berkarakter yang dimaksud bukan hanya monopoli mata pelajaran pendidikan pancasila dan kewarganegaraan saja. Tapi juga harus ada disemua aspek pendidikan dan ekstrakulikuler. Sudah saatnya bangsa ini bangkit dari keterpurukan moral dan spiritual dan kemudian menjadi masyarakat yang berkarakter mulia.

Pada Sidang Senat Terbuka, Rektor UMRI Prof. Mohammad Diah M.Ed juga menyampaikan setelah melalui tiga tahun berdiri Universitas yang dipimpinnya terus bergiat membenahi diri. Bahkan, setiap tahun jumlah mahasiswa di universitas tersebut mengalami peningkatan. “saat ini total mahasiswa , mencapai 1.633 orang,” sebagai pimpinan Diah mengaku telah menyusun berbagai hal meski terkadang ,mengalami hambatan. Meskipun demiikian, tantangan yang ada didepan mata itu bukan dijadikan pelemah. Justru menjadikannya cambuk untuk mengembangkan UMRI kedepan.

Sementara itu, Gubernur Riau yang diwakili Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Prof. Dr. H. Irwan Effendi M.Sc menilai, kehadiran UMRI merupakan kebanggaan masyarakat riau. Karena kehadiran universitas memiliki korelasi dengan tujuan daerah. Khususnya dalam meningkatkan mutu pendidikan. Humas