Amien Rais : KITA DIJAJAH OLEH VOC GAYA BARU

kuliah-umum-amien-rais-di-umriTokoh Muhammadiyah, Amien Rais, mengatakan, bangsa Indonesia sedang mengalami kemerosotan watak sebagai bangsa yang besar. "Hingga sekarang IMF masih bercokol di Indonesia, walau sudah diputuskan. Bermiliar-miliar rupiah uang mereka di Bank Indonesia, tidak boleh diapa-apakan, namun kita harus bayar bunga ke mereka," kata Amien.

Mantan Ketua MPR RI 1999-2004 ini hadir di Pekanbaru, Riau, dalam Kuliah Umum di Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), Kamis (23/6/2011), dengan tema Membangun Karakter Bangsa.
Dilanjutkan Amien, beberapa pemimpin negara di dunia, seperti Presiden Iran, Ahmadinejad, Presiden Chaves serta lainnya, bisa menolak hegemoni asing, terutama Amerika Serikat karena keimanan mereka kepada Tuhan. Amien juga menceritakan saat ia ditanyakan wartawan CNN, kenapa berani melawan kekuasaan otoritarian Soeharto.

"Saya percaya Tuhan dan apa saya perjuangkan ini benar," katanya.
Ia juga melihat body languange pemimpin Indonesia tunduk kepada bangsa asing, seperti Amerika Serikat, Jepang dan India. "Lihat saja di penghujung kepemimpinan George W Bush datang ke Indonesia, begitu dielu-elukan bak maharaja di Indonesia. Ya Allah, bangsa apa kita ini," tuturnya.
Dalam bidang politik, Mantan Ketua MPR RI Amien Rais, mengatakan, perpolitikan di Indonesia saat ini terkerangkeng satu dengan lainnya oleh masing-masing partai.

"Partai A angkat Century, lalu partai lainnya jangan. Sesama sopir bus dilarang saling mendahului," ungkap Amien Rais, Kamis (23/6/2011), dalam Kuliah Umum Universitas Muhammadiyah Riau (Umri), dengan tema Membangun Karakter Bangsa.

Tidak hanya itu, lanjutnya, ketika suatu kasus diungkap, pihak yang merasa dituduh buru-buru melontarkan ancaman, akan membongkar kejelekan lawannya. Contohnya saat ini, antara Ketua MK, Mahfud MD dengan mantan hakim MK, Arsyad Sanusi.

"Kejujuran itu sangat langka saat ini. Sedangkan elemen ini bagian dari pembentukkan karakter bangsa," jelas mantan Ketua Umum PAN ini. Humas