Umri Gelar Workshop Quantum Learning And Teaching

Sebagai Upaya Meningkatkan kemampuan dalam sistim belajar mengajar, Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) menggerlar workshop Quantum Learning dan Quantum Teaching di Aula Kampus Umri selama 2 hari, 27 – 28 2010.

“tujuan kami melaksanakan kuantum ini untuk meningkatkan partisipasi mahasiswa melalui pengubahaan keadaan, meningkatkan motivasi dan minat belajar. Selain juga untuk meningkatkan daya ingat dan rasa kebersamaan , daya dengar, serta kehalusan perilaku,” ujar Panitia Pelaksana, Sri Fitri Retnowati, selasa (28/12)

Dijelaskannya, workshop Quantum Learning digelar senin (27/12) di ikuti oleh mahasiswa Universitas Islam Riau (UIR) dan Umri sebanyak 250 mahasiswa. Sedangkan Quantum Teaching dilaksanakan selasa 28 desember 2010 yang di ikuti oleh dosen Umri sebanyak 50 Orang

Dalam Quantum learning, setiap mahasiswa dipandang memiliki potensi tertentu untuk bisa belajar dengan cepat. Potensi inilah yang dikembangkan dan diasah agar mahasiswa dapat belajar cepat, efektif dan nyaman.

“workshop ini menarik, karena diperkenalkan gaya belajar yang menyenangkan sehingga bisa mengaktifkan otak kanan. Selama ini proses belajar kita masih mengedepankan respon otak kiri,” ujar Edmon, peseta Quantum Learning.

Sementara itu, trainer yang merupakan owner Geneius Brain Learning dari surabaya, Tukardi ST menjelaskan, Quantum Teaching diibaratkan mengikuti konsep fisika Quantum yakni E = mc2. E = Energi terdiri antusiasme, efektifitas belajar-mengajar, semangat. M = masa, semua individu yang terlibat, situasi, materi, fisik. C = interaksi, hubungan yang tercipta dikelas.

Berdasarkan persamaan ini dapat dipahami, interaksi serta proses pembelajaran yang tercipta akan berpengaruh besar sekali terhadap efektivitas dan antusiasme belajar pada siswa,” sebutnya.

Dalam pembelajaran Quantum, pengubahan bermacam-macam interaksi harus terjadi pada kegiatan belajar. Interaksi-interaksi ini mengubah kemampuan dan bakat alamiah guru dan siswa menjadi hal bermanfaat bagi kemajuan mereka dalam belajar secara efektif dan efesien. “Asas utama pembelajaran kuantum adalah membawa siswa kedalam dunia guru ke dunia siswa,” katanya

Subjek belajar adalah siswa. Guru hanya sebagai fasilitator, sehingga guru harus memahami potensi siswa terlebih dahulu. Salah satu cara yang dapat digunakan dalam hal ini mengaitkan apa yang akan diajarkan denhan peristiwa-peristiwa, pikiran atau perasaan, tindakan yang diperoleh oleh siswa dalam kehidupan baik dirumah, disekolah, maupun di lingkungan masyarakat.
“apabila seorang guru memahami dunia siswa, maka siswa merasa diperlakukan sebagaimana mestinya, sehingga pembelajaran akan menjadi harmonis seperti sebuah “orkestrasi” yang saling bertautan dan saling mengisi, “ kata dia. Humas