UMRI PROGRAMKAN TAHSIN AL-QURAN BAGI MAHASISWA

Tahsin AlquranSebagai Universitas yang berlandaskan Islam, Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) membuat program tahsin yang mengharuskan mahasiwa mampu membaca Al-Quran dengan tajwidnya.
Menurut salah seorang penggagas progaram Tahsin Al-Quran, Elviandri, Senin (11/4), mengatakan tujuan peogram ini adalah untuk menumbuhkan minat membaca Al-Quran dan membina mahasiswa yang belum bisa membaca Al-Quran dengan tajwidnya,  ujarnya.

Program ini tak terlepas dari visi dan misi Umri, untuk menjadikan universitas yang  bermarwah dan bermartabat  dalam menghasilkan mahasiswa yang menguasai Iptek berlandaskan Imtaq di kawasan Asia Tenggara Tahun 2030.

Artinya,  mahasiswa disaming dibekali ilmu pengetahun juga dibekali pengetahuan dan pengamalan Islam yang akan menuntun mereka menjadi orang- orang yang selalu bertaqwa.
Semua Mahasiswa diwajibkan mengikuti program ini, tanpa terkecuali. Program ini dikatogorikan kepada tiga tingkat penilaian, lancar dengan tajwid, kurang lancar dan tak bisa sama sekali. Akan dibuka kelas belajar bagi mahasiswa yang tidak bisa membaca Al-Quran dengan tajwidnya, tanpa ada pungutan biaya apapun, ungkapnya.

Wakil Rektor II Drs. H. M. Rasyad Zein, MM mengungkapkan, program ini sagat penting nantinya bagi mahasiswa yang akan mengajukan tugas akhir (skripsi), sebab tanpa adanya sertifikat Tahsin Al-Quran mahasiswa tidak dapat mengajukan tugas akhir (skripsi). Oleh karena itu program ini diwajibkan bagi seluruh mahasiswa Umri, terangnya.

Program ini sangat bermanfaat salah satunya mahasiswa dapat membaca Al-Quran dengan lancar berserta tajwidnya sebagai modal dasar menjadikan mahasiswa yang berahlak mulia. Apa bila mahasiswa telah lancar membaca Al-Quran berserta tajwidnya akan mendapatkan langsung sertifikat lancar membaca Al-Quran.

Mahasiswa Umri Menyikapi program Tahsin Al-Quran ini dengan baik, karena kami nantinya akan bisa membaca Al-Quran berserta tajwidnya, tuturkan M.hidayat, mahasiswa Prodi Kimia semester dua. “menurut saya program ini sagat bagus, kita diajarkan membaca Al-Quran dengan tajwidnhya dan bisa lebih mengetahui tentang ilmu tajwid.

Candra Wijawa dari prodi kimia menambahkan, dirinya merasa senang dengan adanya program ini, kebetulan saya tidak bisa membaca Al-Quran dengan tajwidnya, melalui program ini saya mendapat banyak kesempatan  belajar  membaca Al-Quran dengan tajwidnya dari dosen pembimbing, ungkapnya. Humas