Karya mahasiswa Umri, Batok Kelapa Jadi Antena

Antena Batok KelapaLima mahasiswa Umri yaitu Denny Saputra,Hesti Madoya, Aji Suroso, Lesnawati dan Nurlaili, berhasil menciptakan antena televisi dari batok kelapa (30/03). Karya mahasiswa Jurusan Kimia Universitas Muhammadiyah Riau ( UMRI ) tersebut awalnya merupakan tugas kelompok mata kuliah fisika terapan.

Denny dan Hesti mengaku tidak banyak kesulitan dalam pembuatan antena televisi dari batok kelapa, mereka hanya menghabiskan waktu lebih kurang tiga hari. Denny mendapat ide, untuk pembuatan antena terinspirasi dari dosen pembimbing, Sri Hilmah Siregar.

Dari arahan dosen pembimbing lima mahasiswa Universita Muhammadiyah Riau ( Umri ) langsung mencari batok kelapa dipasar, Setelah mendapatkan beberapa belah batok kelapa, mereka sedikit bingung mau diapakan batok ini. Setelah berdiskusi kelompok, akhirnya ditemukanlah keputusan batok  kelapa ini, dibuat jadi antena televisi. Mulailah kami merakit bahan-bahan ini menjadi sebuah rangkai dengan bahan pipah almaunium dan bantok kelapa, tapi awalnya membuat dengan satu buah batok kelapa, ketika dicoba ternyata hasilnya lumayan bersih. Mahasiswa ini berfikir bagaiman cara meletakannya. “Sempat muncul pertanyaan-pertanyaan, apa harus dipengangi  terus?” ujar denny.

Kemudian mereka memperlihatkan hasil kerja kelompok kepada dosen pembimbingnya, sri memintak untuk memodifikasi apa yang telah mereka buat.

Mereka pun memikirkan untuk memodifikasi antena yang dinilai begitu sederhana. Denny dan kawan-kawan mendapat ide, menggabungkan dua  batok kelapa tersebut. Setelah selesai merangkainya, hasilnya ternyata lebih bersih.

Ditambahkan, Pembantu Rektor I Umri M Rasyad Zein, “Meski karya mahasiswa kami nampak sederhan, namun manfatnya saya nilai luar baisa”.

Namun mahasiswa ini menginginkan adanya modifikasi dari temuan sebelumnya.batok kelapa ini memiliki elektrolit yang dapat menangkap fekunsis siaran televisi dengan ketinggian tertentu. “Kualitas batok kelapa yang bagus harus yang tua,berdiameter lebar dan kering,” tutupnya.
Harga Murah Kualitas Bagus

ANTENA dari batok kelapa karya mahasiswa Umri itu saat ini dalam proses pengurusan Hak Cipta. Ka. Humas Umri, Elviandri mengatakan, Karya mahasiswa tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat. “Antena ini dapat digunakan dalam ruangan, gambarnya sangat jerni dan bersih,” ungkapnya

Setelah menyaksikan antena ciptaan mahasiswanya, Pembantu Rektor II, M. Rasyad Zein lansung menguruskan lisensi hak cipta supaya tidak diakui sebagai karya orang lain. Mereka sangat mengapresiasikan karya anak didiknya yang dapat memberi kontribusi nyata pada masyarakat. Meski karya mahasiswa kami nampak sederhan, namun manfatnya saya nilai luar baisa, ujar Rasyad ditemui dikantornya.

Sementar itu mahasiswa yang membuat antena itu, disamping mengaplikasikan teori yang didapat dikelas mahasiswa tersbut bisa menjual karyanya agar bermanfaat  bagi masyarakat. Kami ingin  sekali menerapkan materi kewirausahaan yang diajarkan di kelas, nah melalui antena batok kelapa ini, mungkin bisa menjadi langkah awal bagi kami dalam berbisnis, ujar denny.

Hesti berjanji tidak akan membanderol antena batok kelapa itu dengan harga mahal. Dia lebih senang bila karyanya bisa bermanfaat bagi masyarak luas ketimbang keuntungan secara finanlsial. Untuk mempercantik tampilan antena tersebu, rencananya mereka akan mendisain ulang dari bentuk semula.  Humas