Penguatan Pasar Domistik Dalam Mengatasi Krisis Global

BEM Universitas Muhammadiyah Riau bekerjasama Dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Propinsi Riau mngadakan seminar “Gerakan Gemar Produk Nasional”  di auditorium Umri Sabtu, ( 4/04/09 ).

Acara ini bertujuan untuk menumbuhkan kembali cinta produk Indonesia. Mahasiswa sebagai ikon muda Indonesia mempunyai tanggung jawab untuk mempopulerkan “gaya Indonesia”, mulai dari belanja, gaya hidup bahkan tingkah laku harus kembali kesifat tradisional yang mengahargai satu sama lain dan menjunjung tinggi budaya ketimuran, papar dedet presiden mahasiswa Umri.

Aku cinta produk Indonesia. Inilah jargon yang harus selalu dikobarkan untuk membangkitkan ekonomi kita yang sedang lesu. Kita tahu, sebagai konsekwensi mengikuti "pasar bebas" karena globalisasi maka banjir produk luar negeri tak terhindarkan lagi. Membanjirnya produk luar negeri tentu saja membawa dua akibat penting; positif dan negatif. Positifnya adalah pilihan produk semakin banyak, persaingan akan meningkatkan daya kompetitif bagi produk lokal. Negatifnya tentu [kalau tidak hati-hati] akan mematikan produk lokal, meningkatnya mental konsumen impor dan yang paling parah adalah membanjirnya pengangguran dan berubahnya kita menjadi bangsa kuli.  Dengan komitmen yang tinggi dari semua pihak, produksi dalam negeri pasti akan menjadi kunci bagi pertumbuhan bahkan penguatan dan stabilisasi ekonomi negara kita, ujar rektor Umri dalam sambutannya.

M. Hasbi selaku ketua HIPMI Riau mengajak mahasiswa untuk menumbuh-kembangkan jiwa enterpeunership agar terciptakan lulusan yang kuat secara mental dan spiritual. Dengan jiwa  enterpeunership mahasiswa akan siap bersaing ditingkat lokal maupun internasional, ucap M.Hasbi