Amien Rais : MUHAMMADIYAH DAN TANTANGAN GLOBAL

Minggu (05/4) PROF. DR. H. MUHAMMAD AMIEN RAIS, MA berkunjung ke Muhammadiyah Riau dalam rangka silaturrahmi. Pada kesempatan tersebut Bapak Amien Rais menyampaikan ceramah umum menjelang satu abad Muhammadiyah.

Muhammadiyah sebagai sebuah gerakan Islam yang lahir pada 1912 M, kini hampir memasuki usia satu abad telah banyak yang dilakukan oleh Muhammadiyah, lalu apakah Muhammadiyah yang hampir berumur satu abad ini akan tetap menjadi organisasi yang strong atau justru sebaliknya, collapse?  Kenapa bisa bertahan? Karena, Muhammadiyah sampai hari ini masih memberikan manfaat dan faedah bagi warga persyarikatan dan seluruh rakyat Indonesia pada umumnya. Merupakan hukum sunnatullah bahwa apa yang bermanfaat tetap akan selalu ada dimkuka bumi dan yang mendatangkan mudarat akan hilang dan terbuang sia-sia.

Sejak didirikan  muhammadiyah mentasbihkan gerakan amar ma’ruf nahi munkar. Amar menyiratkan ittiba’ kepada Nabi besar kita Muhammad saw dalam moral dan prilaku serta tata cara peribadatan sedangkan munkar merupakan penolakan atas kebenaran. Muhammadiyah tidak hanya melihat perjudian, perzinahan, kezoliman dan berbagai bentuk penindasan sebagai kemungkaran, tetapi praktek ketatanegaraan yang menyimpang lebih dikatakan kemungkaran, seperti keberpihakan hukum kepada yang kuat dan berkuasa yang lemah lantas ditindas dan diabaikan haknya, penebangan hutan secara liar demi keuntungan pribadi yang menyebabkan bencana banjir, serta kasus korupsi yang menyengsarakan seluruh rakyat disetiap lini kehidupan, ini merupkan kemungkaran yang sesungguhnya, Ujar Amin Rais

Solusi yang bisa kita ciptakan sebagai waraga persyarikatan, “marilah kita masuk Islam secara kaffah untuk memperbaiki tatanan kehidupan yang telah semeraut kalu tidak ingin mengetakan yang hancur berantakan. Dengan selalu menjunjung tinggi Al-Qur’an dan As-Sunnah kehidupan yang akan kita jalani menjadi indah dan damai, “baldatun tayyibatu wa rabbun ghafur”. Papar mantan Ketua MPR-RI.

Diakhir ceramahnya, Pak Amin Rais mengajak semua warga persyarikatan untuk meramaikan muktamar Muhammadiyah satu abad sebagai bentuk syi’ar kita kepada dunia global dan pencitraan positif bagi persyarikatan kita.